Direktur BLU Universitas Negeri Manado, Dr. Eddy D. R. Kembuan, M.Pd. (Foto: Abner Bawinto)
MINAHASA – Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan (PTB), Fakultas Teknik (Fatek), Universitas Negeri Manado, Dr. Eddy D. R. Kembuan, M.Pd., menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sendangan, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dijalankan dosen, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung di tengah masyarakat.
PKM ini diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA dan didanai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNIMA sebagai bentuk dukungan kampus terhadap peningkatan kapasitas masyarakat desa.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Eddy Kembuan, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Direktur BLU UNIMA, mengangkat tema “Penyuluhan Estimasi Biaya Bangunan Gedung pada Masyarakat Pekerja Harian Lepas di Desa Sendangan Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa”.
Melalui penyuluhan itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan biaya dalam pembangunan gedung maupun rumah tinggal agar proses pembangunan dapat berjalan efektif, terukur, dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran.
Dalam pemaparan materinya, Dr. Eddy Kembuan menjelaskan bahwa estimasi biaya bangunan menjadi salah satu aspek penting dalam dunia konstruksi karena berkaitan langsung dengan perencanaan pekerjaan, kebutuhan material, hingga pengelolaan tenaga kerja di lapangan.
Menurutnya, banyak masyarakat pekerja harian lepas yang memiliki kemampuan teknis dalam pekerjaan bangunan, namun belum memahami secara menyeluruh bagaimana menghitung estimasi biaya secara sistematis dan efisien.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mampu memperkirakan kebutuhan biaya pembangunan secara tepat sehingga pekerjaan konstruksi dapat berjalan lebih baik dan terencana,” ujar Kembuan.
Ia mengatakan, kemampuan menghitung estimasi biaya bangunan sangat penting karena dapat membantu masyarakat menghindari pembengkakan biaya yang sering terjadi dalam proses pembangunan rumah maupun gedung sederhana.
Dr. Eddy Kembuan juga menguraikan berbagai komponen utama dalam perhitungan biaya bangunan, mulai dari kebutuhan bahan material, upah tenaga kerja, hingga tahapan pekerjaan konstruksi yang harus disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Tidak hanya itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan material yang sesuai standar agar bangunan memiliki kualitas yang baik, aman, dan tahan lama.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Eddy Kembuan menekankan bahwa masyarakat perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai manajemen pembangunan karena hal itu dapat meningkatkan kualitas pekerjaan sekaligus membuka peluang usaha di bidang konstruksi.
Menurutnya, pekerja bangunan di desa memiliki potensi besar untuk berkembang apabila dibekali dengan kemampuan perencanaan dan pengelolaan biaya yang baik.
Dr. Eddy Kembuan menyebutkan bahwa kegiatan PKM seperti ini menjadi wadah penting bagi perguruan tinggi untuk hadir secara nyata membantu masyarakat melalui transfer ilmu pengetahuan yang aplikatif dan mudah dipahami.
Ia berharap materi yang diberikan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para pekerja harian lepas di Desa Sendangan, dalam meningkatkan keterampilan dan kualitas kerja di bidang konstruksi bangunan.
“Harapan kami, masyarakat tidak hanya memiliki kemampuan bekerja di lapangan, tetapi juga memahami bagaimana merencanakan pembangunan secara efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang mengikuti penyuluhan. Para peserta terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait perhitungan biaya bangunan serta teknik perencanaan konstruksi sederhana yang sering ditemui dalam pekerjaan sehari-hari.
(Abner)





