MINAHASA – Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan (PTB), Fakultas Teknik (Fatek), Universitas Negeri Manado, Dra. Rio Metry Abast, M.Pd., menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan PKM tersebut merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen melalui edukasi dan pemberdayaan warga.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan didanai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNIMA.
Dalam kegiatan tersebut, Metry Abast, M.Pd., mengangkat tema “Pelatihan Pemilihan Bahan Bangunan Berkualitas dan Hemat Biaya untuk Masyarakat di Desa Leleko Kecamatan Remboken.”
Dalam pemaparan materinya, Metry Abast, M.Pd., menjelaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap kualitas bahan bangunan sebelum digunakan dalam proses pembangunan rumah maupun fasilitas lainnya. Menurutnya, pemilihan material yang tepat tidak hanya menentukan kekuatan bangunan, tetapi juga berdampak pada efisiensi biaya pembangunan dalam jangka panjang.
Ia mengatakan masyarakat perlu mengetahui perbedaan bahan bangunan berkualitas dan bahan bangunan yang memiliki mutu rendah agar tidak mengalami kerugian saat membangun rumah. Selain itu, pemilihan material yang tepat juga dapat meningkatkan keamanan dan ketahanan bangunan terhadap berbagai kondisi cuaca maupun bencana.
Ia juga mengemukakan bahwa masih banyak masyarakat yang memilih bahan bangunan hanya berdasarkan harga murah tanpa memperhatikan standar kualitas. Padahal, penggunaan material yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan bangunan cepat rusak dan membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.
Metry Abast, M.Pd., mengatakan edukasi mengenai bahan bangunan menjadi penting karena masyarakat perlu memahami cara memilih semen, pasir, batu bata, kayu, hingga besi yang layak digunakan untuk konstruksi bangunan. Dengan pengetahuan tersebut, masyarakat diharapkan mampu membangun hunian yang aman, nyaman, dan ekonomis.
Selanjutnya, Metry Abast, M.Pd., menguraikan bahwa konsep hemat biaya dalam pembangunan bukan berarti menggunakan bahan murahan, melainkan bagaimana masyarakat dapat memilih material yang berkualitas dengan perencanaan anggaran yang tepat dan efisien.
Disamping itu, Metry Abast, M.Pd., menekankan bahwa pembangunan rumah yang baik harus memperhatikan aspek kekuatan struktur, kesehatan lingkungan, dan keberlanjutan penggunaan material. Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan pendampingan dan pengetahuan teknis yang benar mengenai konstruksi bangunan sederhana.
Selain itu, Metry Abast, M.Pd., menyebutkan kegiatan PKM seperti ini menjadi bagian penting dalam menjembatani ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi kepada masyarakat secara langsung. Menurutnya, kehadiran dosen di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga, khususnya dalam bidang pembangunan rumah tinggal.
Rio Metry Abast, M.Pd., berharap melalui kegiatan tersebut masyarakat Desa Leleko dapat semakin memahami pentingnya penggunaan bahan bangunan berkualitas sehingga mampu membangun rumah yang aman, tahan lama, dan tetap hemat biaya. Ia juga berharap ilmu yang diberikan dapat diimplementasikan langsung oleh masyarakat dalam pembangunan di lingkungan masing-masing.
(Abner)


