Dr. Ir. Jeffry A. Delarue, S.T., M.T., saat memaparkan materi tentang struktur rumah tinggal tahan gempa sebagai mitigasi bencana gempa bumi pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sendangan, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Jumat (8/5/2026). (Foto: Abner Bawinto)
MINAHASA – Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan (PTB), Fakultas Teknik (Fatek), Universitas Negeri Manado, Dr. Ir. Jeffry A. Delarue, S.T., M.T., menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sendangan, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan PKM tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan menghadirkan ilmu pengetahuan dan solusi nyata bagi masyarakat desa.
Program ini diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA dan didanai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNIMA. Kehadiran dosen di tengah masyarakat dinilai penting untuk memberikan edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap isu-isu strategis yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Jeffry A. Delarue mengangkat materi bertajuk “Struktur Rumah Tinggal Tahan Gempa Sebagai Mitigasi Bencana Gempa Bumi di Desa Sendangan Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa.”

Melalui pemaparannya, Dr. Jeffry A. Delarue menjelaskan pentingnya pembangunan rumah tinggal yang memperhatikan aspek kekuatan struktur, terutama di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana gempa bumi. Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai konstruksi bangunan tahan gempa menjadi hal yang sangat penting guna meminimalisasi dampak kerusakan maupun korban jiwa ketika terjadi bencana.
“Rumah tinggal bukan hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga harus mampu memberikan rasa aman bagi penghuninya. Karena itu, struktur bangunan harus dirancang dengan memperhatikan standar keamanan dan ketahanan terhadap gempa,” ujar Delarue.
Ia menjelaskan, banyak kerusakan bangunan saat gempa terjadi bukan semata-mata karena kekuatan gempa, tetapi akibat konstruksi yang tidak memenuhi standar teknis. Oleh sebab itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pondasi, kolom, balok, hingga penggunaan material bangunan yang tepat perlu terus dilakukan.
Selain membahas mitigasi bencana, Delarue juga menyinggung pentingnya penerapan higiene dan sanitasi dalam lingkungan masyarakat. Menurutnya, kesehatan lingkungan menjadi faktor penting dalam menunjang kualitas hidup masyarakat, termasuk kebiasaan menjaga kebersihan tangan sebelum makan maupun setelah memegang uang.
“Kesadaran hidup bersih harus dimulai dari kebiasaan kecil. Tangan yang memegang uang atau benda-benda lain harus dibersihkan sebelum makan agar terhindar dari penyebaran penyakit,” katanya.
Dr. Jeffry A. Delarue menekankan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya sebatas penyampaian teori, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata dan dapat diimplementasikan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap kegiatan PKM tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Sendangan mengenai pentingnya rumah tahan gempa serta kesadaran menjaga kesehatan lingkungan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya siap menghadapi potensi bencana, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan aman.
(Abner)





