Diskusi inovasi pertanian. Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si. bersama Meike Walalangi membahas teknologi Intermittent Irrigation untuk budidaya padi dan mitigasi gas metana (CH₄). (Foto: Abner Bawinto)
MINAHASA – Tim Penelitian Bestari Saintek 2026 Universitas Negeri Manado (UNIMA) menerima kunjungan perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Kunjungan tersebut berlangsung di lokasi penelitian di persawahan Jalan Raya Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa (18/8/2026).
Ketua tim penelitian, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., menerima langsung perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Meike Walalangi.
Dalam kunjungan tersebut, Orbanus menjelaskan sejumlah aspek penting dalam penelitian yang dilakukan tim UNIMA, khususnya terkait pengelolaan lahan sawah dan upaya mitigasi emisi gas metana (CH₄).
Ia menjelaskan mengenai proses terbentuknya gas metana pada lahan sawah, kondisi tanah dalam sistem budidaya padi, hingga penerapan sistem flooded irrigation (irigasi tergenang) dan intermittent irrigation (irigasi berselang).
Menurut Orbanus, penerapan teknologi irigasi berselang menjadi salah satu bagian penting dalam penelitian karena berkaitan dengan upaya mengurangi kondisi tergenang secara terus-menerus pada lahan persawahan.
Orbanus menyambut baik kunjungan perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Provinsi Sulawesi Utara tersebut.
“Kami sangat senang dengan kunjungan ini. Penelitian yang kami lakukan tentu tidak hanya berhenti pada aspek akademik, tetapi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani,” ujar Orbanus.
Ia berharap hasil penelitian Bestari Saintek 2026 dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah, terutama dalam pengembangan teknologi pertanian yang dapat diterapkan oleh petani.
Sementara itu, Meike Walalangi mengaku senang dapat mengunjungi langsung lokasi penelitian dan berdiskusi dengan Ketua Tim Penelitian Bestari Saintek 2026 UNIMA.
Ia mengapresiasi penelitian yang dilakukan tim UNIMA, terutama karena penelitian tersebut dinilai memiliki relevansi dengan pengembangan pertanian padi di Sulawesi Utara.
“Setelah berdiskusi langsung dengan ketua tim peneliti, saya melihat bahwa hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi berkat bagi banyak orang, khususnya dalam bidang pertanian padi,” kata Meike.
Menurut dia, hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi perlu terus dikomunikasikan dan dikolaborasikan dengan pemerintah daerah agar dapat memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat.
Karena itu, Meike berharap Tim Penelitian Bestari Saintek UNIMA dapat melakukan kunjungan ke Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membahas peluang kolaborasi, termasuk persoalan pengendalian hama dan berbagai tantangan yang dihadapi petani dalam budidaya tanaman padi.
“Kami berharap ke depan ada kolaborasi antara tim penelitian Bestari Saintek UNIMA dan Dinas Pertanian, sehingga hasil penelitian dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi petani,” ujar Meike.
Penelitian Bestari Saintek 2026 UNIMA yang dipimpin Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., tersebut mengangkat tema “Aplikasi Teknologi Intermittent Irrigation untuk Mitigasi Gas Metana (CH₄) pada Budidaya padi Sawah.”
Penelitian ini diharapkan tidak hanya menghasilkan temuan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan melalui penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
(Abner)




