MINAHASA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Manado (UNIMA) menggelar Sosialisasi dan Workshop Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Berdampak Berbasis Project KKN-Baku Bekeng Pande (B2P) UNIMA Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat LPPM UNIMA Lantai II, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UNIMA memperkuat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar tidak sekadar menjadi kegiatan pengabdian mahasiswa di desa, tetapi menghasilkan proyek yang memberikan manfaat nyata dan dapat dilanjutkan oleh masyarakat.
Kepala LPPM UNIMA, Dr. Armstrong F. Sompotan, S.Si., M.Si., mengatakan pengembangan KKN-B2P diarahkan untuk menghasilkan proyek yang sederhana, aplikatif, tidak harus membutuhkan biaya besar, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Armstrong, gagasan tersebut sebelumnya telah didiskusikan bersama Rektor UNIMA Dr. Joseph Philip Kambey, S.E., Ak., M.B.A. Salah satu contoh proyek yang mendapat perhatian adalah pengembangan bibit durian.
“Pak Rektor setuju untuk pengembangan dan penamaan ribuan bibit durian sebagai salah satu bagian dari project KKN-B2P,” ujar Armstrong.
Ia menjelaskan, mahasiswa tidak hanya dituntut menanam bibit, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan proyek tersebut.
Bibit yang ditanam, kata Armstrong, harus dirawat dalam kurun waktu tertentu sehingga keberadaan proyek tidak berhenti ketika mahasiswa selesai melaksanakan KKN.
“Misalnya ditanam, kemudian dirawat selama tiga bulan. Jadi ada keberlanjutan, bukan hanya sekadar menanam lalu ditinggalkan,” katanya.
Armstrong juga menekankan pentingnya membangun kesepakatan antara mahasiswa dan DPL sejak awal pelaksanaan KKN. Hal itu diperlukan agar proyek yang dirancang dapat dilaksanakan secara terarah dan memiliki target yang jelas.
“Harus ada kesepakatan antara mahasiswa dan DPL mengenai project yang akan dilaksanakan selama KKN,” ujarnya.
Ia menambahkan, LPPM UNIMA ingin menghadirkan proyek KKN yang kreatif dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat tanpa harus membebani mahasiswa dengan kebutuhan anggaran yang besar.
“Kami ingin menghadirkan project yang berdampak dan tidak harus mahal. Yang paling penting adalah manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan bisa dilanjutkan,” kata Armstrong.
Menurutnya, konsep tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ini sejalan dengan program Kementerian Pendidikan. Kita ingin aksi yang dilakukan mahasiswa melalui KKN benar-benar memberikan manfaat sekaligus membawa nama baik kampus,” ujarnya.
Rektor UNIMA Dr. Joseph Philip Kambey, S.E., Ak., M.B.A., diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik UNIMA, Prof. Dr. Mister Gidion Maru, M.Hum., yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Dalam arahannya, Prof. Gidion menekankan agar setiap project KKN-B2P memiliki keterkaitan dengan keilmuan program studi dan kompetensi mahasiswa.
Menurutnya, project yang dikembangkan mahasiswa harus mampu memperdalam sekaligus memperkuat kompetensi akademik yang telah diperoleh selama berada di bangku kuliah.
“Project ini harus berhubungan dengan keilmuan program studi dan mahasiswa. Dengan begitu, kegiatan KKN tidak hanya menjadi aktivitas pengabdian, tetapi juga memperdalam dan memperkuat kompetensi mahasiswa,” ujar Prof. Gidion.
Ia menegaskan, aspek terpenting dari project KKN-B2P adalah kemampuan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Karena itu, setiap project yang dirancang perlu memiliki keberlanjutan sehingga manfaatnya tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN.
“Yang terpenting adalah memberikan dampak nyata. Supaya aksi ini berkelanjutan,” tegasnya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Koordinator KKN UNIMA, Dr. Stralen Pratasik, S.Kom., M.T.
Dalam materinya, Stralen memaparkan “Panduan KKN-B2P untuk DPL Membimbing Mahasiswa Project yang Berdampak.”
Materi tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada para DPL mengenai pola pembimbingan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi project KKN yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memiliki dampak berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris LPPM UNIMA, Dr. Rifana S. S. I. Kawet, S.T., M.T., Kasubag LPPM UNIMA Dr. Marcia Watulingas, M.Pd., yang juga merupakan Sekretaris Rektor UNIMA, serta para dekan, wakil dekan, ketua dan sekretaris jurusan, dan koordinator program studi.
Melalui kegiatan ini, LPPM UNIMA berharap para DPL dapat memiliki pemahaman yang sama dalam membimbing mahasiswa menghasilkan project KKN-B2P yang sesuai bidang keilmuan, realistis, inovatif, memberikan dampak nyata, dan dapat dilanjutkan oleh masyarakat.
(Abner)






