MANADO — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. R. D. Kandou Manado menggelar pertemuan strategis bersama Bank Negara Indonesia (BNI) dan BPJS Kesehatan pada Rabu (19/8). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Webinar RS Kandou ini membahas sinergi program bisnis resiprokal melalui pengenalan Supply Chain Financing (SCF) dan Supply Infrastructure Financing (SIF) bagi fasilitas kesehatan (faskes).
Program pembiayaan tersebut dirancang untuk mendukung kelancaran rantai pasok (supply chain) serta percepatan pembangunan dan pengembangan infrastruktur rumah sakit yang bermitra dengan BPJS Kesehatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Direksi RSUP Kandou, di antaranya:
-
dr. Wega Sukanto, Sp.B, TKV(K) – Direktur Medik dan Keperawatan
-
dr. Yune Laukati, MARS – Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian
-
Dr. Erwin Sondang Siagian, SSTP., M.Si. – Direktur Layanan Operasional
-
Ekwanto, SE., Ak., MM. – Direktur Perencanaan dan Keuangan
Mewakili Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes., Ekwanto menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antarlembaga ini.
“Atas nama Direktur Utama dan seluruh jajaran RS Kandou, kami mengucapkan selamat datang kepada BNI dan BPJS Kesehatan. Kami menyambut baik pertemuan ini sebagai bagian dari upaya membangun sinergi dan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pengelolaan serta pengembangan layanan kesehatan,” kata Ekwanto.
Ia menekankan pentingnya penguatan kerja sama antara perbankan, BPJS Kesehatan, dan faskes untuk menjaga keberlangsungan operasional serta modernisasi fasilitas medis. Melalui Skema SCF dan SIF, faskes diharapkan mendapat alternatif pendanaan yang lebih efisien dan akuntabel.
Pertemuan tersebut diisi dengan diskusi mendalam mengenai mekanisme pembiayaan, skema program, hingga peluang implementasi teknis yang sesuai dengan regulasi berlaku. Pihak RSUP Kandou menegaskan kesiapannya untuk terus membuka ruang kolaborasi guna meningkatkan tata kelola dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas.

