Puluhan Mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) Sulawesi Utara, yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Mapalus for Sumatera melaksanakan aksi penggalangan dana untuk membantu korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera pada akhir November lalu. Aksi kemanusiaan yang di laksanakan di beberapa titik seperti, Bundaran Tataaran Dua, Bundaran Lapangan God Bless Minahasa dan Bundaran Patung Tololiu Tomohon ini dimulai sejak Sabtu, 29 November 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis, 04 Desember 2025 dan akan dilanjutkan dengan penggalangan dana via sosial media hingga Minggu, 07 Desember 2025.

Aliansi ini terdiri dari berbagai organisasi intra dan ekstra kampus, di antaranya GMNI Minahasa, LPMI, KLM, IMKA, UPK-FISH, FKPM Halteng, BTU, HPMIG, PERMATA, IKMBI serta PEMBEBASAN. Kurang lebih 40 orang turut terlibat dalam kegiatan penggalangan dana yang berlangsung di beberapa titik strategis.
Hingga hari ini, aksi solidaritas tersebut telah berhasil mengumpulkan dana kurang lebih sebesar Rp13.052.900, yang sepenuhnya akan disalurkan untuk membantu pemulihan kondisi korban terdampak di Sumatera.
Koordinator lapangan aksi, Kharisma Hasibuan, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Negeri Manado, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap situasi kemanusiaan di Sumatera.

”Aksi ini bukan hanya soal mengumpulkan dana, tetapi tentang menunjukkan bahwa solidaritas itu tidak mengenal jarak. Saudara-saudara kita di Sumatera sedang menghadapi masa yang sangat sulit, dan sebagai sesama anak bangsa, kita punya tanggung jawab moral untuk saling menopang. Kami berharap apa yang kami lakukan dapat menjadi dorongan untuk mereka tetap semangat melanjutkan hidup, sekaligus dapat menggerakkan lebih banyak orang untuk peduli. Saya turut bangga melihat semangat kawan-kawan mahasiswa yang telah membuktikan bahwa di zaman ini masih banyak anak muda yang mau berjuang untuk masyarakat yang membutuhkan. Dengan modal kemanusiaan dan ketulusan moral, mereka tetap berdiri untuk rakyat”. Ujar Kharisma.
Pernyataan Jetro Sitanggang, salah satu kader GMNI Minahasa sekaligus alumni Universitas Negeri Manado yang terlibat dalam aksi penggalangan dana.
“Menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara yang dengan hati terbuka memberikan donasi. Sikap ‘rakyat bantu rakyat’ ini membuktikan filosofi Sitou Timou Tumou Tou (Manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain) masih melekat erat di masyarakat. Hal ini menegaskan Sumatera adalah bagian dari Indonesia, dan bahwa kita bersatu dalam rasa kemanusiaan tanpa memandang jarak maupun perbedaan daerah. Jetro juga ingin menegaskan pentingnya menjaga hutan kita. Hentikan deforestasi, hentikan perusakan alam. Kita hidup untuk alam, maka alam pun akan hidup untuk kita”.
Aksi “Solidaritas Mapalus for Sumatera” ini diharapkan dapat terus menarik dukungan dari masyarakat hingga hari terakhir pelaksanaannya. Para mahasiswa menegaskan bahwa solidaritas dan kepedulian sosial adalah nilai yang harus terus dijaga.

