Dr. Aldjon N. Dapa, M.Pd, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (UNIMA). (Foto: Istimewa)
TOMOHON – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, berbagai kalangan kembali menegaskan pentingnya peran kolektif dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Sebagai salah satu pimpinan di lingkungan pendidikan tinggi, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (UNIMA), Dr. Aldjon N. Dapa, M.P, menilai bahwa pendidikan hingga saat ini masih menjadi instrumen paling efektif dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan.
“Pendidikan masih menjadi senjata ampuh dalam memerangi kemiskinan dan kesulitan hidup. Hanya melalui pendidikan tersedia ruang yang solutif untuk menjawab berbagai persoalan kehidupan. Terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, eksistensinya tetap mengikuti dinamika perubahan peradaban manusia, terutama di era digital,” ujar Aldjon saat diwawancarai melalui WhatsApp, Sabtu (2/5/2026).
Dr Aldjon yang telah lebih dari setahun menjabat sebagai Dekan FIPP UNIMA mengaku memahami betul tantangan dalam mencetak tenaga pendidik yang profesional dan berdaya saing. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan guru-guru berkualitas demi mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ia juga menekankan bahwa semangat yang diusung dalam tema Hardiknas tahun ini mengandung makna kolaborasi yang luas. Seluruh elemen, kata dia, tidak lagi berada dalam pola kompetisi, melainkan harus bergerak bersama dalam semangat gotong royong.
“Saat ini semua pemangku kepentingan diajak untuk berkolaborasi, bukan lagi berkompetisi. Diksi ‘partisipasi semesta’ mengandung makna keterlibatan semua pihak. Siapapun kita, mari bergandeng tangan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aldjon berharap FIPP UNIMA dapat terus menjadi bagian aktif dalam mendorong terciptanya pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Komitmen tersebut, menurutnya, diwujudkan melalui peningkatan kualitas akademik, inovasi pembelajaran, serta penguatan peran institusi dalam menjawab kebutuhan zaman.
Dengan semangat Hardiknas 2026, FIPP UNIMA menegaskan posisinya sebagai salah satu garda terdepan dalam mencetak generasi pendidik yang adaptif, profesional, dan berintegritas, demi mewujudkan pendidikan yang benar-benar dapat diakses oleh semua.
(Abner)

