Denpasar- Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) periode 2025–2028 resmi dilantik. Pelantikan ini menandai komitmen GMNI untuk memperkuat konsolidasi organisasi, kaderisasi ideologis, serta keberpihakan pada rakyat di tengah krisis demokrasi dan ketimpangan sosial yang kian meluas.
Salah satu yang dilantik adalah Sarinah Melisa Tarandung sebagai Wakil Ketua Umum DPP GMNI. Kehadiran Sarinah dalam jajaran pimpinan nasional dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat arah pembangunan organisasi yang progresif, sekaligus menegaskan peran perempuan dalam kepemimpinan Gerakan Mahasiswa.
Dalam pernyataannya, Sarinah menegaskan bahwa kekuatan GMNI terletak pada kualitas kader yang memiliki kesadaran ideologis dan keberanian berpihak pada rakyat. Menurutnya, GMNI tidak boleh berhenti pada kerja-kerja administratif, tetapi harus menjadi ruang pembentukan kader pejuang yang kritis dan berkarakter Marhaenis.

“Pembangunan GMNI harus dimulai dari penguatan kaderisasi yang ideologis dan merata hingga ke cabang dan komisariat. Tanpa itu, GMNI akan kehilangan ruh perjuangannya,” ujar Sarinah.
Lebih lanjut, Sarinah menekankan bahwa kepemimpinan perempuan di GMNI bukan sekadar simbol representasi, melainkan bagian dari strategi perjuangan organisasi. Ia menilai perempuan kader GMNI memiliki peran penting dalam menjaga etika organisasi, membangun kepemimpinan kolektif, serta menghadirkan perspektif keadilan sosial yang lebih utuh.

Pelantikan pengurus DPP GMNI periode 2025–2028 diharapkan mampu menjadikan GMNI sebagai organisasi kader yang semakin solid, inklusif, dan konsisten memperjuangkan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

