Drs. Titof Tulaka, SH., MAP, usai memaparkan materi tentang standar rumah sehat dan implementasi pembuatan jamban sehat pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Jumat (8/5/2026). (Foto: Abner Bawinto)
MINAHASA – Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan (PTB), Fakultas Teknik (Fatek), Universitas Negeri Manado (UNIMA), Drs. Titof Tulaka, SH., MAP., menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan PKM tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dijalankan oleh setiap dosen, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA dan didanai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNIMA.
Pada kegiatan kali ini, dosen, Titof Tulaka, mengangkat tema “Penyuluhan Standar Rumah Sehat dan Implementasi Pembuatan Jamban Sehat di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa”.
Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat Desa Leleko, perangkat desa, serta mahasiswa yang turut ambil bagian dalam pelaksanaan program pengabdian. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi penyuluhan dan diskusi terkait pentingnya sanitasi lingkungan serta penerapan standar rumah sehat di lingkungan tempat tinggal.
Dalam pemaparan materinya, Titof Tulaka menjelaskan bahwa rumah sehat bukan hanya berkaitan dengan bentuk bangunan semata, tetapi juga menyangkut kualitas lingkungan, kebersihan, pencahayaan, sirkulasi udara, hingga ketersediaan fasilitas sanitasi yang memadai bagi keluarga.
Menurutnya, keberadaan jamban sehat menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Sebab, sanitasi yang buruk dapat memicu berbagai penyakit yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lanjut usia.
“Kesadaran masyarakat tentang pentingnya rumah sehat dan jamban sehat harus terus ditingkatkan. Lingkungan yang sehat akan memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat,” ujar Tulaka.
Titof Tulaka yang juga menjabat sebagai Humas UNIMA menekankan bahwa pembangunan rumah sehat perlu memperhatikan aspek kesehatan lingkungan serta keselamatan penghuni rumah. Ia mengatakan, rumah yang layak huni harus memiliki ventilasi yang baik, pencahayaan yang cukup, sumber air bersih, serta sistem pembuangan limbah yang tidak mencemari lingkungan sekitar.
Selain itu, dirinya juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama. Menurutnya, upaya menciptakan desa sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.
Di samping itu, Drs. Titof Tulaka, SH., MAP, menyebutkan bahwa kegiatan PKM tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat melalui edukasi dan pendampingan. Melalui kegiatan seperti ini, ilmu pengetahuan yang dimiliki dosen dapat diterapkan langsung untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat di desa.
Ia berharap materi yang diberikan dalam kegiatan penyuluhan tersebut dapat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat dapat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Harapan kami, masyarakat dapat menerapkan standar rumah sehat dan mulai memperhatikan pentingnya jamban sehat demi kesehatan keluarga dan lingkungan,” ungkap Tulaka.
Kegiatan PKM tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat setempat yang menyambut baik pelaksanaan program pengabdian dari dosen-dosen Fatek UNIMA. Kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat dinilai memberikan manfaat positif, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan lingkungan dan sanitasi.
Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif terkait kondisi sanitasi lingkungan di Desa Leleko. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai penerapan jamban sehat dan penataan rumah yang memenuhi standar kesehatan.
Suksesnya kegiatan tersebut turut didukung oleh kontribusi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berada di Desa Leleko serta partisipasi masyarakat yang aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
(Abner)






