MINAHASA – Tim Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Negeri Manado (UNIMA) menggelar kegiatan Penyuluhan Higiene dan Sanitasi Lingkungan Sekolah serta Desain Rumah Sehat, Tahan Gempa, dan Hemat Biaya di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, dan Desa Sendangan, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, sejak 7 hingga 8 Mei 2026 tersebut, mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan pemerintah desa setempat. Penyuluhan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian langsung kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya lingkungan sehat, sanitasi, serta pembangunan rumah yang aman dan terjangkau.

Ketua Tim PKM Fatek UNIMA, Drs. Titof Tulaka, SH., MAP, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga higiene dan sanitasi lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Selain itu, masyarakat juga diberikan pengetahuan mengenai konsep rumah sehat yang tahan gempa dan tetap hemat biaya.
Menurut Titof, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai standar kesehatan lingkungan dan konstruksi bangunan yang aman, terlebih Sulawesi Utara merupakan daerah yang rawan bencana gempa bumi.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya sanitasi lingkungan, rumah sehat, serta bagaimana membangun rumah yang aman dan hemat biaya. Kami berharap materi yang diberikan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Titof.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur BLU UNIMA, Dr. Eddy D. R. Kembuan, M.Pd., memaparkan materi tentang Penyuluhan Estimasi Biaya Bangunan Gedung pada Masyarakat Pekerja Harian Lepas di Desa Sendangan, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa. Ia menjelaskan pentingnya perencanaan anggaran pembangunan rumah maupun gedung agar masyarakat dapat menyesuaikan kebutuhan pembangunan dengan kemampuan ekonomi keluarga.
Sementara itu, Ketua Jurusan PTB Fatek UNIMA, Dr. Ir. Jeffry A. Delarue, ST., MT., membawakan materi tentang Struktur Rumah Tinggal Tahan Gempa sebagai Mitigasi Bencana Gempa Bumi. Dalam pemaparannya, Jeffry menjelaskan prinsip dasar pembangunan rumah tahan gempa, mulai dari pemilihan struktur, pondasi, hingga penggunaan material bangunan yang sesuai standar.
Di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Titof Tulaka yang juga menjabat sebagai Humas UNIMA memaparkan materi tentang Penyuluhan Standar Rumah Sehat dan Implementasi Pembuatan Jamban Sehat. Materi tersebut menekankan pentingnya sanitasi keluarga dan lingkungan sebagai upaya mencegah berbagai penyakit berbasis lingkungan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Dosen Prodi Arsitektur Fatek UNIMA, Dr. Felly Ferol Warouw, S.H., S.T., M.Eng., M.Pd., IPU., mengenai penerapan Konsep Ramah Lingkungan Dalam Desain Rumah Sehat di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa. Dalam materinya, Ferol menjelaskan konsep pembangunan rumah yang tidak hanya sehat dan nyaman dihuni, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Selanjutnya, Dosen Jurusan PTB Fatek Dra. Rio Metry Abast, M.Pd., memberikan pelatihan mengenai pemilihan bahan bangunan berkualitas dan hemat biaya bagi masyarakat Desa Leleko. Materi tersebut mendapat perhatian warga karena dinilai sangat membantu masyarakat dalam menentukan material bangunan yang kuat namun tetap ekonomis.
Kegiatan penyuluhan ditutup dengan pemaparan dari Guru Besar Fatek UNIMA, Prof. Dr. Louisa Nicolina Kandoli, M.Si., tentang edukasi penerapan higiene sanitasi dan keamanan pangan bagi pedagang jajanan di lingkungan sekolah. Dalam penyampaiannya, Prof Louisa menegaskan pentingnya menjaga kebersihan makanan dan lingkungan sekolah guna mencegah gangguan kesehatan pada anak-anak.
Suksesnya kegiatan penyuluhan tersebut juga tidak terlepas dari kontribusi besar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNIMA yang bertugas di Desa Leleko dan Desa Sendangan. Para mahasiswa KKN turut membantu proses koordinasi dengan pemerintah desa, persiapan lokasi kegiatan, hingga mendampingi masyarakat selama pelaksanaan penyuluhan berlangsung.

Kehadiran mahasiswa KKN dinilai mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam mendukung program edukasi dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan lingkungan serta pembangunan rumah sehat.
Sekretaris Desa (Sekdes) Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Ricky Malvino Paat, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh para dosen Fakultas Teknik UNIMA tersebut. Menurutnya, kegiatan penyuluhan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa.
“Kegiatan ini sangat positif bagi masyarakat Leleko. Kami sebagai pemerintah desa sangat bersyukur dengan kehadiran dosen-dosen dari UNIMA, khususnya Fakultas Teknik, yang telah melaksanakan kegiatan Penyuluhan Higiene dan Sanitasi Lingkungan Sekolah serta Desain Rumah Sehat, Tahan Gempa, dan Hemat Biaya di Desa Leleko Kecamatan Remboken dan Desa Sendangan Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa,” kata Ricky.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan oleh pihak UNIMA karena dinilai mampu memberikan dampak positif dan pengetahuan baru bagi masyarakat desa.

“Selaku pemerintah Desa Leleko, kami berharap kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat seperti ini terus dilakukan oleh pihak UNIMA,” tutupnya.
(Abner)






