Dosen Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Negeri Manado, Dr. Felly Ferol Warouw, S.H., S.T., M.Eng., M.Pd., IPU., saat memaparkan materi tentang penerapan konsep ramah lingkungan dalam desain rumah sehat kepada warga Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). (Foto: Abner Bawinto)
MINAHASA – Dosen Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik (Fatek), Universitas Negeri Manado, Dr. Felly Ferol Warouw, S.H., S.T., M.Eng., M.Pd., IPU., menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang menjadi tanggung jawab dosen perguruan tinggi. Program ini diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA dan didanai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNIMA.
Dalam kegiatan PKM tersebut, Dr. Ferol Warouw, mengangkat tema “Penerapan Konsep Ramah Lingkungan Dalam Desain Rumah Sehat di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa”. Melalui materi yang dipaparkan, ia menekankan pentingnya pembangunan rumah sehat yang tidak hanya memperhatikan kenyamanan penghuni, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kualitas kesehatan masyarakat.
Menurut Ferol Warouw, persoalan lingkungan dan kualitas hunian menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama di wilayah pedesaan yang sedang berkembang. Ia menjelaskan bahwa program pengelolaan lingkungan berwawasan lingkungan hanya dapat berjalan dengan baik apabila mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat serta pemerintah daerah.
“Program pengelolaan lingkungan kota berwawasan lingkungan akan terlaksana dengan baik jika ditunjang dengan partisipasi dan kesadaran dari seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam pengelolaan lingkungan. Kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah, masyarakat dan instansi terkait termasuk perguruan tinggi sangat perlu dibina dan berkesinambungan,” ujar Warouw dalam pemaparannya.
Ia menjelaskan, Desa Leleko memiliki potensi lingkungan yang masih alami dan asri, namun dalam perkembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pembangunan hunian yang sehat dan ramah lingkungan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan tim PKM, sebagian rumah masyarakat masih belum memenuhi standar kesehatan lingkungan.
Beberapa persoalan yang ditemukan di antaranya ventilasi rumah yang kurang memadai, pencahayaan alami yang minim, hingga sistem sanitasi yang belum optimal. Selain itu, pemanfaatan material lokal yang ramah lingkungan dan penerapan prinsip desain berkelanjutan juga masih belum banyak diterapkan dalam pembangunan rumah masyarakat.
Padahal, menurut Ferol Warouw, konsep rumah sehat yang ramah lingkungan memiliki banyak manfaat, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun keberlanjutan lingkungan. Rumah yang dirancang dengan sirkulasi udara yang baik, pencahayaan alami yang cukup, serta sanitasi yang layak akan memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ferol Warouw, juga memaparkan sejumlah tujuan utama pelaksanaan PKM, yakni meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsep rumah sehat, mendorong penerapan desain ramah lingkungan, menghasilkan model rumah sehat sederhana yang dapat diterapkan masyarakat, serta meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di Desa Leleko.
Ia juga menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait konsep rumah sehat, pengelolaan limbah domestik, hingga efisiensi energi dalam rumah tangga. Selain itu, informasi mengenai tata cara pendirian dan pengelolaan rumah sehat dinilai masih sangat terbatas di tengah masyarakat.
Ferol Warouw menambahkan bahwa keberadaan rumah sehat perlu terus disosialisasikan karena memiliki manfaat ekonomis dan berdampak terhadap kelestarian lingkungan. Melalui desain rumah yang tepat, masyarakat tidak hanya memperoleh tempat tinggal yang nyaman dan sehat, tetapi juga dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Dari hasil survei yang dilakukan tim PKM, terdapat sejumlah persoalan utama yang dihadapi masyarakat, yakni kurangnya pengetahuan tentang desain rumah sehat, minimnya penerapan konsep ramah lingkungan, sistem sanitasi dan pengelolaan limbah yang belum optimal, serta belum adanya model rumah sehat sederhana yang dapat dijadikan contoh oleh masyarakat.
Melalui kegiatan PKM tersebut, Dr. Ferol Warouw berharap masyarakat Desa Leleko dapat semakin memahami pentingnya penerapan konsep rumah sehat dan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa.
(Abner)






