Guru Besar Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Negeri Manado, Prof. Dr. Louisa Nicolina Kandoli, M.Si., saat memberikan edukasi tentang higiene sanitasi dan keamanan pangan bagi pedagang jajanan sekolah di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa. (Foto: Abner Bawinto)
MINAHASA – Kepedulian terhadap kesehatan peserta didik terus menjadi perhatian kalangan akademisi di lingkungan Universitas Negeri Manado. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dosen Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Fakultas Teknik (Fatek), Universitas Negeri Manado, Prof. Dr. Louisa Nicolina Kandoli, M.Si., menggelar edukasi tentang higiene sanitasi dan keamanan pangan bagi pedagang jajanan sekolah di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA dan didanai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNIMA.
Dalam kegiatan PKM tersebut, Prof. Louisa Kandoli mengangkat tema “Edukasi Penerapan Higiene Sanitasi dan Keamanan Pangan Bagi Pedagang Jajanan di Lingkungan Sekolah di Desa Leleko Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa”.
Menurutnya, edukasi mengenai higiene sanitasi sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan anak-anak sekolah sebagai konsumen utama jajanan. Ia menegaskan bahwa makanan yang dijual di lingkungan sekolah harus memenuhi standar kebersihan agar aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan.
“Higiene sanitasi bukan hanya tentang kebersihan tempat berjualan, tetapi juga menyangkut cara pengolahan makanan, penyimpanan bahan pangan, hingga kebersihan pribadi pedagang,” ujar Prof. Louisa Kandoli saat memaparkan materinya.
Ia menjelaskan, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum mengolah makanan, menjaga kebersihan peralatan, serta menutup makanan dari paparan debu dan lalat merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas pangan.
Selain itu, Prof. Louisa Kandoli juga menyoroti pentingnya kesadaran pedagang terhadap risiko penyebaran bakteri dan kuman melalui tangan yang telah memegang uang. Menurutnya, kondisi tersebut sering kali diabaikan, padahal dapat menjadi sumber kontaminasi makanan yang membahayakan kesehatan anak-anak sekolah.
“Pedagang perlu memahami bahwa tangan yang memegang uang kemudian langsung menyentuh makanan tanpa dibersihkan terlebih dahulu dapat memicu perpindahan kuman dan bakteri. Karena itu, kebersihan tangan harus menjadi perhatian utama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengingatkan para pedagang agar memperhatikan kualitas bahan makanan yang digunakan, termasuk menghindari penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Prof. Louisa Kandoli menekankan bahwa edukasi seperti ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya pedagang jajanan sekolah, dalam menerapkan pola pengolahan pangan yang sehat, aman, dan higienis.
Menurutnya, lingkungan sekolah harus menjadi kawasan yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, termasuk melalui penyediaan jajanan yang berkualitas dan aman dikonsumsi.
Ia berharap melalui kegiatan PKM tersebut, para pedagang di Desa Leleko dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam aktivitas sehari-hari sehingga mampu menciptakan lingkungan pangan sekolah yang lebih sehat dan bersih bagi para siswa.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengolahan makanan yang aman dan higienis di lingkungan sekolah.
(Abner)






