MINAHASA – Sebanyak 677 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Manado semester genap tahun akademik 2025/2026 resmi ditarik oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Manado. Prosesi penarikan berlangsung di depan Kantor Pusat UNIMA, Jumat (26/6/2026), sebagai penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa di berbagai wilayah penempatan.
Kepala LPPM UNIMA, Dr. Armstrong Sompotan, M..Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan program KKN dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke tengah masyarakat menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter sekaligus penguatan kompetensi mahasiswa sebagai calon lulusan perguruan tinggi.
“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa karena sudah mengabdikan diri kepada masyarakat. Ini tentu menjadi pelajaran penting sebagai bekal ke depan,” ujar Armstrong.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga merupakan implementasi nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam menjawab berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
Armstrong menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan LPPM selama pelaksanaan program, kegiatan KKN di seluruh lokasi berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari pemerintah maupun masyarakat setempat.
“Pelaksanaannya berjalan dengan baik. Kami berharap melalui pengalaman ini mahasiswa UNIMA memperoleh pelajaran yang berharga, meningkatkan kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, serta daya saing sehingga siap menjadi insan akademik yang mampu mengabdi kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UNIMA, , Lenny Leorina Evinta, B.Sc., MA., MBA., Ph.D., turut memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh peserta KKN yang telah menyelesaikan program pengabdian dengan baik.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama berada di lokasi KKN dapat menjadi modal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Apresiasi bagi adik-adik mahasiswa karena telah berhasil mengikuti KKN dengan baik. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berada di lapangan dapat memberikan manfaat bagi kalian semua di masa mendatang,” ujarnya.
Berdasarkan data LPPM UNIMA, dari total 677 mahasiswa peserta KKN, sebanyak 521 mahasiswa ditempatkan di wilayah Minahasa, sedangkan 156 mahasiswa melaksanakan KKN di Tomohon.
Program KKN menjadi salah satu bentuk komitmen UNIMA dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat melalui pemberdayaan, pendampingan, serta penerapan ilmu pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
(Abner)




