MINAHASA – Koordinator Program Studi (Koorprodi) S2 Administrasi Negara (AN), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Negeri Manado (UNIMA), Dr. Steven V. Tarore, S.Pd., MAP., menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Paleloan, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Program Kemitraan Karang Taruna dalam Pengembangan Agrowisata Edukatif dan Pelatihan Keterampilan Vokasional Berkelanjutan bagi Pemuda Kelurahan Paleloan Kecamatan Tondano Selatan.”
Program ini diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendanaan PNBP Tahun 2026.
Dr. Steven V. Tarore mengatakan, Kelurahan Paleloan memiliki potensi agrikultur dan lanskap perbukitan yang strategis untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata edukatif.
Namun, menurut dia, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna.
“Kelurahan Paleloan, Kecamatan Tondano Selatan, memiliki potensi agrikultur dan lanskap perbukitan yang strategis. Namun, pemuda setempat yang tergabung dalam Karang Taruna menghadapi tantangan berupa rendahnya keterampilan vokasi agrowisata serta lemahnya manajemen usaha dan pemasaran digital,” ujar Steven.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan potensi sumber daya alam dan budaya lokal belum terkonversi secara optimal menjadi produk ekonomi yang memiliki nilai tambah“Situasi ini juga berkaitan dengan masih tingginya tingkat pengangguran terbuka di kalangan pemuda. Karena itu, diperlukan pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun kapasitas usaha secara berkelanjutan,” katanya.
Steven mengatakan, PKM tersebut diarahkan untuk memberdayakan Karang Taruna melalui pengembangan agrowisata edukatif berbasis kearifan lokal sekaligus meningkatkan keterampilan vokasional pemuda.
“Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberdayakan Karang Taruna Kelurahan Paleloan melalui pengembangan agrowisata edukatif berbasis kearifan lokal dan pelatihan keterampilan vokasional berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut dia, solusi yang ditawarkan mencakup dua aspek utama, yakni penguatan produksi dan kapasitas vokasi agrowisata pada sektor hulu serta penguatan manajemen usaha dan pemasaran digital pada sektor hilir.
“Pada aspek hulu dilakukan melalui penataan zonasi lahan, pelatihan teknis, dan penyusunan SOP. Sementara pada aspek hilir dilakukan pendampingan perencanaan usaha, implementasi pembukuan digital, pelatihan pemasaran online, serta fasilitasi jejaring kemitraan,” ungkap Steven.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menggunakan metode Participatory Action Learning (PAL) selama delapan bulan.
Metode tersebut menempatkan masyarakat, khususnya pemuda Karang Taruna, sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran dan pengembangan program.
“Kegiatan dilaksanakan dengan metode Participatory Action Learning selama delapan bulan. Tahapannya meliputi sosialisasi, pelatihan intensif, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi secara berkelanjutan,” kata Steven.
Dalam penerapan teknologi, peserta diperkenalkan dengan sejumlah platform digital yang dapat mendukung pengelolaan dan pemasaran usaha, antara lain aplikasi BukuWarung serta platform Google dan WhatsApp Business.
Steven menilai pemanfaatan teknologi digital penting agar pengembangan agrowisata tidak berhenti pada aspek produksi, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Steven mengungkapkan, hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut bukan hanya peningkatan pengetahuan, tetapi juga terbentuknya kapasitas usaha yang dapat dikembangkan secara mandiri oleh pemuda.
“Hasil yang dicapai meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pemuda, terbentuknya unit usaha agrowisata yang terkelola, serta peningkatan pendapatan dan kepercayaan diri peserta,” sebutnya.
Ia menambahkan, program tersebut memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, serta prioritas pembangunan nasional.
“Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian, tetapi dapat menjadi model pemberdayaan pemuda berbasis potensi lokal yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” urai Steven.
Steven berharap Karang Taruna Kelurahan Paleloan dapat menjadi motor penggerak dalam mengembangkan potensi pertanian, lingkungan, budaya, dan ekonomi lokal.
“Kami berharap pemuda Paleloan mampu menjadi pelaku utama dalam pengembangan agrowisata di wilayahnya. Perguruan tinggi hadir bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi membangun kemitraan agar masyarakat memiliki kapasitas untuk mengelola potensi lokal secara mandiri, inovatif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui program tersebut, UNIMA diharapkan dapat terus memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi lokal.
(Abner)





