Ketua Tim Peneliti Bestari Saintek UNIMA Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si. bersama Tim saat audiensi bersama Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., membahas kolaborasi penelitian budidaya padi rendah emisi. (Foto: Abner Bawinto)
MINAHASA – Tim Penelitian Bestari Saintek 2026 Universitas Negeri Manado (UNIMA) melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, Senin (24/8/2026).
Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Bupati Minahasa tersebut dipimpin Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si. Tim diterima langsung Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Orbanus didampingi anggota tim peneliti, Dr. Utari Satiman, S.P., M.Si. dan Dr. Helen J. Lawalata, M.Si. Turut hadir Sekretaris Tim, Tirza Selfin Korneles, S.Pd., M.Si., serta Bendahara, Ever Kamito Kajo, S.Pd.
Prof. Orbanus memaparkan sejumlah poin penting terkait penelitian yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara UNIMA dan Pemkab Minahasa dalam penelitian Bestari Saintek 2026.
Penelitian tersebut berfokus pada penerapan teknologi intermittent irrigation dalam budidaya padi sawah sebagai upaya mitigasi emisi gas metana (CH4), salah satu gas rumah kaca yang dihasilkan dari lahan persawahan.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa menjadi salah satu mitra penting dalam kolaborasi penelitian ini. Kita bersama-sama mengembangkan budidaya padi sawah yang dapat menekan emisi gas rumah kaca, khususnya gas metana,” ujar Prof. Orbanus.
Ia menjelaskan, salah satu bagian penting dari penelitian tersebut adalah pengambilan sampel gas metana secara berkala untuk mengetahui tingkat emisi yang dihasilkan dari lahan persawahan.
“Pengambilan sampel gas metana dilakukan sebanyak 11 kali. Data yang diperoleh nantinya menjadi bagian penting untuk mengukur efektivitas teknologi intermittent irrigation dalam menekan emisi,” katanya.
Menurut Prof. Orbanus, dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan agar hasil penelitian tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian dan lingkungan di Minahasa.
Ia berharap kolaborasi antara UNIMA dan Pemkab Minahasa dapat terus dikembangkan, terutama dalam mendorong penerapan teknologi pertanian yang ramah lingkungan.
Bupati Minahasa Robby Dondokambey menyambut baik audiensi tersebut. Ia sangat mendukung penuh terhadap penelitian yang dilakukan Tim Bestari Saintek UNIMA, terutama karena penelitian tersebut berkaitan langsung dengan sektor pertanian dan upaya menjaga lingkungan.
“Saya akan hadir dalam kegiatan pengambilan sampel gas metan,” ujar Robby.
Kehadiran Bupati dalam proses penelitian tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Minahasa, dengan tetap memperhatikan produktivitas pertanian sekaligus pengurangan dampak lingkungan.
(Abner)





