SITARO – Koordinator Program Studi (Koorprodi) S2 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Manado (UNIMA), Dr. Julien Biringan, M.Si., menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Senin (27/7/2026).
Kegiatan PKM tersebut diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA melalui pendanaan BNBP.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Julien Biringan bersama tim melakukan konsolidasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah kelurahan setempat guna memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana
Kegiatan itu juga melibatkan sejumlah alumni Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FISH UNIMA asal Siau sebagai bagian dari kepedulian dan dukungan kepada masyarakat yang mengalami dampak banjir bandang.
Menurut Dr. Julien Biringan, kondisi masyarakat pascabencana cukup beragam. Sebagian warga memiliki komitmen untuk bangkit dan kembali menata kehidupan, sementara sebagian lainnya masih mengalami trauma akibat bencana yang telah mereka alami.
“Di tengah kondisi yang terjadi pada masyarakat yang mengalami bencana alam di Kepulauan Siau, terdapat berbagai pendapat. Ada masyarakat yang memiliki komitmen untuk maju, namun ada juga masyarakat yang pasrah terhadap keadaan karena mengalami trauma dan sulit melupakan peristiwa yang terjadi,” ujar Biringan.
Ia mengatakan, trauma masyarakat tidak terlepas dari besarnya dampak yang ditimbulkan bencana. Sebagian warga mengalami kerusakan rumah, kehilangan anggota keluarga, hingga kehilangan harta benda.
“Dengan adanya kerusakan rumah, ada keluarga yang meninggal dunia, harta kekayaan mereka hilang. Sehingga dalam kondisi seperti ini mereka hanya berharap bantuan dari pemerintah atau donatur lainnya untuk memenuhi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder,” katanya.
Biringan menjelaskan, kegiatan PKM tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan material, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada masyarakat agar mampu menghadapi kondisi pascabencana.
“Untuk membantu masyarakat agar memiliki motivasi yang tinggi dan kuat menjalani musibah yang telah menimpa mereka,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak terus pasrah terhadap keadaan setelah mengalami bencana.
“Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, walaupun mengalami bencana alam, jangan hanya terus pasrah pada keadaan dan terjerat terus dalam situasi yang lebih terpuruk,” kata Biringan.
Ia menambahkan, pemberian bantuan material dan moril dilakukan melalui konsolidasi dengan masyarakat serta pemerintah setempat.
“Memberikan bantuan secara material maupun moril melalui konsolidasi pada warga masyarakat yang terkena musibah bencana alam banjir bandang,” tuturnya.
Konsolidasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah kelurahan dilakukan untuk memperkuat koordinasi dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Menurut Dr. Julien Biringan, keterlibatan pemerintah setempat diperlukan agar bantuan dapat diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah alumni Jurusan PPKn FISH UNIMA turut mengambil bagian dengan memberikan dukungan dan bantuan kepada warga yang mengalami musibah.
Keterlibatan alumni tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian sivitas akademika dan jejaring alumni UNIMA terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Dalam pelaksanaan PKM, tim menggunakan sejumlah metode untuk membangun komunikasi dengan masyarakat dan menggali kondisi yang mereka hadapi.
Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, investigasi, kelompok, dan tanya jawab.
Melalui metode tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, kondisi, serta persoalan yang dihadapi setelah bencana.
Pendekatan tersebut juga diharapkan dapat membangun kesadaran dan motivasi masyarakat untuk secara bertahap kembali menata kehidupan setelah mengalami bencana.
Dr. Julien Biringan berharap kegiatan PKM yang dilaksanakan UNIMA dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Pulau Siau.
Ia berharap masyarakat tidak kehilangan semangat untuk bangkit dan kembali membangun kehidupan setelah mengalami bencana.
Selain bantuan material, dukungan moril dan pendampingan dinilai penting agar masyarakat dapat menghadapi trauma serta tidak terus bergantung pada bantuan.
“Kami berharap masyarakat yang terdampak bencana dapat kembali bangkit, memiliki motivasi untuk menata kehidupan, serta mampu menghadapi kondisi pascabencana dengan semangat dan optimisme,” pungkas Biringan.
(Abner)

