MANADO – Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (UNIMA) menggelar kegiatan strategis penyusunan Rencana Strategis (Renstra) periode 2025–2029. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merumuskan arah kebijakan dan pengembangan fakultas lima tahun ke depan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari, pada 29–30 April 2026, bertempat di Hotel Grand Puri Manado, dengan melibatkan unsur pimpinan fakultas, jurusan, prodi, dosen, serta pegawai di lingkungan FIPP UNIMA.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor UNIMA, Dr. Joseph Philip Kambey, S.E., Ak., MBA. diwakili Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UNIMA, Prof. Dr. Donal Matheos Ratu, S.Pd., M.Hum.
Dalam sambutannya, Prof. Donal Ratu menegaskan pentingnya penyusunan Renstra yang selaras dengan visi besar universitas. Menurutnya, arah kebijakan fakultas harus mampu menjawab tantangan global sekaligus memperkuat daya saing institusi.
“Penyusunan Renstra ini harus mengacu pada visi UNIMA, yaitu menjadi perguruan tinggi yang unggul, mandiri, kompetitif, dan berjiwa entrepreneurial. Visi ini menuntut transformasi global, peningkatan kualitas pendidikan, inovasi teknologi, serta penguatan tata kelola universitas,” ujar Ratu.
Ia juga menekankan bahwa setiap program kerja yang dirumuskan dalam Renstra harus memiliki indikator kinerja yang jelas dan terukur, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu akademik dan layanan institusi.
Dalam kegiatan ini, panitia turut menghadirkan narasumber ahli, yakni mantan Rektor UNIMA periode 2020–2024, Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd. Kehadirannya memberikan perspektif strategis dalam merumuskan kebijakan pengembangan fakultas berbasis pengalaman kepemimpinan di tingkat universitas.
Dalam pemaparannya, Prof. Deitje Katuuk menyoroti pentingnya inovasi di bidang pendidikan serta penguatan layanan psikologi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Fakultas harus mampu merespons tantangan era digital dengan menghadirkan inovasi pembelajaran dan layanan psikologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ini menjadi kunci agar lulusan tetap kompetitif dan berdaya saing,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan FIPP UNIMA, Dr. Aldjon N. Dapa, M.Pd, menyampaikan bahwa penyusunan Renstra 2025–2029 merupakan momentum penting dalam menentukan arah pengembangan fakultas secara berkelanjutan.
Menurutnya, dokumen Renstra tidak hanya menjadi formalitas administratif, tetapi harus menjadi panduan strategis dalam pelaksanaan program kerja di setiap lini.
“Penyusunan Renstra ini merupakan langkah krusial untuk memastikan setiap program memiliki indikator kinerja yang jelas, terukur, dan mampu mendorong FIPP menjadi fakultas yang unggul serta kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif, sehingga menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif, adaptif, dan implementatif.
Dengan tersusunnya Renstra FIPP UNIMA 2025–2029, fakultas diharapkan mampu memperkuat perannya dalam pengembangan ilmu pendidikan dan psikologi, sekaligus mendukung pencapaian visi besar Universitas Negeri Manado di masa depan.
(Abner)





