Foto bersama jajaran pimpinan Universitas Negeri Manado, tim peneliti Bestari Saintek 2026, serta mitra penelitian usai kegiatan Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Program Bestari Saintek 2026 di Ruang Senat E.A. Worang UNIMA, Selasa (26/5/2026). (Foto: Abner Bawinto)
MINAHASA – Universitas Negeri Manado (UNIMA) menggelar Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) Tahun 2026 di Ruang Senat E.A. Worang Lantai III Kantor Pusat UNIMA, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian awal dari pelaksanaan program penelitian strategis nasional yang berfokus pada mitigasi emisi gas metana (CH4) pada budidaya padi sawah melalui pendekatan sains dan teknologi ramah lingkungan.
Program ini diinisiasi oleh Tim Penelitian penerima Pendanaan Bestari Saintek 2026 UNIMA yang diketuai Guru Besar Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kebumian (FMIPAK) UNIMA, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si.
Kegiatan sosialisasi turut dihadiri mitra penelitian, di antaranya perwakilan Pemerintah Kabupaten Minahasa, Kelompok Tani Tumaar Neh Pemuda Tataaran, serta pemerintah Kelurahan Tataaran II, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa.
Dalam sambutannya, Rektor UNIMA, Dr. Joseph Philip Kambey, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim peneliti UNIMA lolos dalam program pendanaan nasional Bestari Saintek 2026.
“Kita bersyukur karena hari ini boleh mengikuti kegiatan sosialisasi dan penyamaan persepsi Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi Tahun 2026. Program ini diikuti hampir 9.000 periset dari seluruh Indonesia dengan ribuan proposal yang diajukan, namun hanya 122 proposal yang dinyatakan lolos. UNIMA melalui Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., menjadi salah satu penerima pendanaan dan satu-satunya dari Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Kambey.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan bagi UNIMA karena mampu bersaing secara nasional dalam bidang riset dan pengembangan teknologi berbasis lingkungan.
Rektor menilai penelitian tersebut tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga membuka peluang besar bagi masyarakat, khususnya kelompok tani di Kelurahan Tataaran II sebagai mitra utama penelitian.
“Penelitian ini menjadi kesempatan besar bagi masyarakat Minahasa, khususnya Kelompok Tani Tumaar Neh Pemuda di Kelurahan Tataaran II yang menjadi mitra penelitian. Harapannya, hasil riset ini benar-benar dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” kata Kambey.
Dalam kesempatan itu, Rektor juga menegaskan komitmen UNIMA dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, termasuk program pascasarjana.
“UNIMA membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Kami ingin semakin banyak sumber daya manusia berkualitas yang nantinya dapat mendorong kemajuan daerah,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa, Drs. Arthur Nono Palilingan, menyatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa terhadap kolaborasi penelitian tersebut.
“Penelitian ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu Pemerintah Kabupaten Minahasa akan menindaklanjuti kolaborasi ini,” ujar Palilingan.
Ia mengatakan, penelitian berbasis kemitraan dengan pemerintah daerah menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah yang sejalan dengan visi Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, SS., MAP.
“Saya memahami bahwa penelitian ini bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa. Hal-hal seperti ini menjadi perhatian dan prioritas pemerintah daerah,” katanya.
Palilingan juga berharap kegiatan sosialisasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga tingkat pemerintah daerah yang lebih luas.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan dalam skala lebih besar dan melibatkan lebih banyak pihak, karena program ini sangat penting untuk didukung bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penelitian, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., memaparkan sejumlah materi penelitian terkait perubahan iklim dan emisi gas metana dari lahan persawahan.
Dalam paparannya, ia menjelaskan peningkatan suhu rata-rata global sejak tahun 1850 hingga 2025 serta proses terbentuknya emisi gas CH4 pada lahan padi sawah akibat penguraian bahan organik secara anaerob oleh bakteri metanogen.
Ia juga memaparkan pola emisi gas metana selama satu musim tanam, kondisi potensial redoks tanah pada sistem aerob dan anaerob, hingga penerapan teknologi intermittent irrigation sebagai strategi mitigasi emisi gas rumah kaca pada sektor pertanian.
Selain itu, tim penelitian turut mempresentasikan analisis Social Return on Investment (SROI) pada penerapan teknologi intermittent irrigation dalam budidaya padi sawah, termasuk proses pengambilan sampel gas CH4 dan strategi diseminasi program mitigasi gas metana dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Disamping itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA, Dr. Armstrong Sompotan, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan universitas serta seluruh mitra yang terlibat dalam pelaksanaan penelitian Bestari Saintek 2026.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Rektor UNIMA yang terus mendukung penelitian ini. Penelitian seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi para dosen untuk terus meningkatkan budaya riset dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Sompotan.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh mitra penelitian yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra dalam penelitian ini yang telah berkolaborasi bersama UNIMA sehingga program ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Senat UNIMA, Prof. Dr. Beatrix Jetje Podung, M.Kes., AIFO., Wakil Rektor Bidang Akademik UNIMA, Prof. Dr. Mister Gidion Maru, M.Hum., Direktur Pascasarjana UNIMA Prof. Dr. Rolles Nixon Palilingan, MS, Ketua SPI UNIMA, James Jeffio Manengkey, SE., DEA., MSA.,Dekan FT UNIMA, Dr. Hendro Maxwell Sumual, ST, M.Eng, M.Pd., Dekan FIKKM UNIMA, Dr. Fredrik Alfrets Makadada, M. Kes, AIFO., Dekan FISH UNIMA, Prof. Dr. Theodorus Pangalila, S.Fils., S.H., M.Pd., Dekan FBS UNIMA, Dr. Grace Luntungan, M.Hum,Dekan FBS UNIMA, Dr. Grace Shirley Luntungan, M.Hum., Kepala Biro Akademik UNIMA, Vivi Winny Saroinsong, S.Pi., M.A.P., dan para kepala unit pelaksana akademik di lingkungan UNIMA.
(Abner)








