BITUNG – Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Negeri Manado (UNIMA), Dr. Aksilas Dasfordate, S.Pd., M.Hum., bersama Boni Marian, S.Pd., M.Pd., menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Karondoran, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Jumat (11/9/2026)
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Nilai-nilai Nasionalisme bagi Perangkat Kelurahan Karondoran Kecamatan Ranowulu Kota Bitung”.
Program ini bertujuan memperkuat pemahaman perangkat kelurahan mengenai pentingnya nilai-nilai nasionalisme dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat, serta upaya menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Pelaksanaan PKM tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA melalui dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Program PKM Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kepala LPPM UNIMA, Dr. Armstrong Sompotan, S.Si., M.Si., serta Rektor UNIMA, Dr. Joseph P. Kambey, S.E., Ak., MBA.
Saat diwawancarai, Ketua Tim PKM, Dr. Aksilas Dasfordate, menjelaskan bahwa penguatan nilai-nilai nasionalisme di tingkat kelurahan memiliki keterkaitan dengan upaya membangun masyarakat yang harmonis, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Menurut dia, perangkat kelurahan memiliki peran strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat dalam pelaksanaan pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan di tingkat paling dekat dengan warga.
“Penguatan nilai-nilai nasionalisme harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Perangkat kelurahan diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjunjung persatuan, menghargai perbedaan, serta memberikan pelayanan yang adil tanpa membedakan latar belakang masyarakat,” ujar Aksilas.
Ia menambahkan, nilai-nilai nasionalisme tidak hanya berkaitan dengan kecintaan terhadap bangsa dan negara, tetapi juga tercermin dalam tanggung jawab, kedisiplinan, semangat gotong royong, dan komitmen untuk mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Nasionalisme perlu diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ketika perangkat kelurahan bekerja secara profesional, mengedepankan kepentingan umum, dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, nilai-nilai kebangsaan dapat dirasakan secara nyata,” katanya.
Aksilas menuturkan, kegiatan PKM ini juga relevan dengan visi pembangunan Kota Bitung periode 2025–2030, yakni “Harmonisasi Menuju Bitung Maju”.
Visi tersebut berkaitan dengan sejumlah misi pembangunan, antara lain penguatan pembangunan sumber daya manusia, pembangunan dari kelurahan untuk pemerataan ekonomi yang berkeadilan, perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik, serta penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya.
Selain itu, peningkatan toleransi antarumat beragama menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
Menurut Aksilas, pemahaman terhadap nilai-nilai nasionalisme dapat mendukung upaya tersebut melalui penguatan sikap toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, dan kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam membangun lingkungan sosial yang damai.
“Kelurahan merupakan salah satu ujung tombak pelayanan pemerintahan. Karena itu, penguatan nasionalisme perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan yang baik, dan upaya menjaga keharmonisan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Ia menegaskan, keberagaman masyarakat Indonesia harus dipandang sebagai kekuatan untuk membangun persatuan, bukan sebagai alasan untuk menciptakan perbedaan dan perpecahan.
“Semangat persatuan perlu dipelihara melalui sikap saling menghormati, kepedulian sosial, dan kesediaan bekerja sama. Dengan demikian, nilai-nilai nasionalisme tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja dan kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Aksilas berharap kegiatan PKM tersebut dapat memberikan manfaat bagi perangkat Kelurahan Karondoran, terutama dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai nasionalisme dalam pelayanan publik serta kehidupan bermasyarakat.
Ia juga berharap penguatan nilai kebangsaan dapat menjadi bagian dari upaya membangun pemerintahan kelurahan yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan praktik dalam pelaksanaan tugas. Nilai-nilai nasionalisme hendaknya tercermin dalam pelayanan yang adil, sikap toleran, tanggung jawab, dan kerja sama untuk kepentingan bersama,” tandasnya.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, UNIMA diharapkan terus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui penerapan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
Dengan demikian, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah sekaligus memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial.
(Abner)




