MANADO — Dalam upaya mendorong kesiapan talenta lokal menghadapi era digital, program AI Ignition Road to Sulawesi Utara resmi menyelenggarakan Artificial Intelligence Training. Kegiatan pelatihan intensif ini dirancang untuk mempercepat pemahaman dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bagi masyarakat di Sulawesi Utara. Program ini merupakan bagian dari AI Opportunity Fund: Asia Pacific, sebuah inisiatif berskala regional yang berkolaborasi dengan AVPN serta didukung penuh oleh Google.org and Asian Development Bank. Di tingkat nasional and lokal, program ini digerakkan oleh KUMPUL bersama AI Ignition Indonesia, serta bermitra dengan pemerintah daerah setempat dalam hal ini Provinsi Sulawesi Utara dan Asosiasi Creative Economy Accelerator (CREATOR) sebagai partner lokal.
Acara puncak pelatihan ini dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA, bertempat di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 1000 orang peserta mulai dari pelajar SMA/SMK, kalangan mahasiswa, perwakilan komunitas, jajaran media, hingga para pelaku UMKM di Sulawesi Utara dan tamu undangan lainnya.
Acara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Utara yang mewakili jajaran pemerintah daerah. Dalam sambutan pembukaannya, Sekda menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin demi kemajuan teknologi di daerah. Beliau menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap transformasi digital ini.
“Sulawesi Utara memiliki modal yang besar, dengan sumber daya manusia yang sangat muda. Semangat gotong royong melalui koperasi dan UMKM, serta dukungan penuh dari Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur, dan jajaran Sekda, menjadi pilar penting bagi transformasi digital di provinsi ini. Tugas kita bersama sekarang adalah memastikan pemerataan teknologi dan keadilan teknologi yang dicita-citakan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, agar tidak hanya ada di kota Jakarta atau Pulau Jawa, tetapi benar-benar terasa sampai ke pelaku usaha, pengusaha UMKM, serta pelajar dan mahasiswa di sini,” tegas Sekda Provinsi Sulawesi Utara saat membuka kegiatan.
Setelah pembukaan, acara diawali dengan sesi keynote oleh Tiar Nabilla Karbala selaku Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang UMKM dan Teknologi Digital. Beliau menekankan bahwa teknologi AI bukanlah monopoli wilayah tertentu, melainkan instrumen nasional untuk memecahkan masalah mendasar bangsa.
“AI milik Jakarta, bukan hanya milik Pulau Jawa, tapi AI adalah teknologi bersama. Bapak Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan bahwa kemajuan teknologi di mana penetrasi internet saat ini telah mencapai 80-90% termasuk kecerdasan buatan, harus menjadi instrumen untuk mempercepat penyelesaian persoalan bangsa Indonesia seperti kemiskinan, pengangguran, dan pendidikan. Saat ini pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI Nasional 2026-2029 yang akan menjadi panduan penting bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, termasuk di Sulawesi Utara dalam mengadopsi teknologi secara lebih terarah dan terukur. Sulawesi Utara bukan hanya menjadi penonton dari transformasi, tapi daerah juga menjadi bagian dari peta jalan Government Technology,” ujar Tiar Nabilla Karbala.
Beliau juga mengingatkan bahwa teknologi bersifat seperti mata pisau ganda yang bisa membawa kemajuan namun juga berisiko disalahgunakan lewat hoaks dan manipulasi digital. Oleh karena itu, pemerataan akses teknologi harus berjalan beriringan dengan kesiapan masyarakat melalui literasi pendidikan yang masif. Di sektor ekonomi, Tiar membeberkan langkah konkret pemerintah dalam mendukung UMKM, termasuk peluncuran platform Sapa UMKM untuk mempermudah legalitas NIB, pengajuan kredit, sertifikasi, dan pelatihan.
Sesi dilanjutkan dengan talk show interaktif yang dipandu oleh Devis Pinontoan (Host KOMPAS.TV Manado). Sesi ini menghadirkan panel ahli, praktisi, akademisi, dan perwakilan pemerintah yang masing-masing memberikan pandangan strategisnya.
Kepala BLSDM Komdigi Manado, Arsyad, membahas peran pemerintah daerah sebagai orkestrator ekosistem digital serta tantangan pola pikir masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa pemerintah daerah adalah orkestrator yang mengorkestrasi seluruh ekosistem digital yang ada di daerah. Menurutnya, tantangan terbesar sebenarnya ada pada diri masyarakat sendiri terkait dengan pola pikir digitalnya. Pihaknya khawatir penetrasi teknologi yang luar biasa tanpa kesiapan pola pikir akan menambah celah perbedaan yang lebih besar antara wilayah perkotaan dengan wilayah kepulauan. Oleh karena itu, membangun pola pikir digital masyarakat agar teknologi menjadi alat peningkatan kualitas hidup menjadi tugas bersama.
Founder dan CEO BigDade Studio, Andria Wahyudi, membagikan pengalaman industri visual kreatif dan pentingnya melatih kognitif agar manusia tetap memegang kendali atas teknologi. Beliau mengungkapkan bahwa kehadiran AI membawa percepatan proses kerja hingga 500%. Saat ini, semua orang bisa menjadi jenius dengan AI sehingga tolok ukur kehebatan bergeser pada kemampuan manusia untuk mengendalikan alur kerja sebuah ekosistem. Andria menekankan kunci utama bahwa manusia harus tetap menjadi nakhoda yang menentukan arah tujuan, dan tidak menyerahkan kendali sepenuhnya kepada AI agar tidak tersesat. Pelatihan kognitif tetap mutlak diperlukan bagi generasi muda agar mampu memahami situasi dan memecahkan masalah secara tajam.
Manajer .id Academy, Meita Pratiwi, menyoroti pergeseran kompetensi di dunia kerja yang tidak bisa digantikan oleh mesin, serta pentingnya perlindungan identitas digital bagi UMKM di Sulawesi Utara. Beliau menjelaskan bahwa para pekerja dituntut mampu memvalidasi dan menganalisis data hasil AI menggunakan pemikiran kreatif. Nilai tambahan seperti kepemimpinan, kreativitas, inovasi, dan kecerdasan emosional tidak akan pernah bisa ditiru oleh mesin AI. Menanggapi tantangan para pelaku usaha dan mahasiswa yang masih awam dengan platform digital, Meita menegaskan bahwa membuat situs web saat ini sudah sangat mudah bahkan bisa dilakukan melalui handphone, sehingga pelaku lokal harus berani melangkah untuk naik kelas.
Ketua CREATOR sekaligus akademisi, Dr. Lady Giroth, menekankan pentingnya peran komunitas sebagai pembangun ekosistem serta pemanfaatan AI yang bijak di dunia pendidikan. Beliau menyatakan bahwa komunitas memiliki peran besar sebagai pembangun ekosistem di Sulawesi Utara untuk mengkoneksikan para pelaku, pemerintah, dan masyarakat agar program digitalisasi berjalan berkelanjutan. Dalam dunia akademik, Lady mengingatkan agar AI diposisikan secara tepat sebagai asisten atau alat bantu, bukan untuk disalahgunakan melalui tindakan jiplak atau copy paste mentah-mentah tanpa adanya proses analisis dan penyesuaian konteks.
Senior Program Manager KUMPUL, Leyne Sagay, memaparkan relevansi program AI Ignition global yang dibawa ke Sulawesi Utara guna memaksimalkan potensi lokal. Beliau menjelaskan bahwa KUMPUL hadir sebagai ruang bertumbuh yang suportif bagi pelaku usaha di berbagai tingkatan ekonomi, mulai dari startup digital hingga UMKM. Program AI Ignition ini membawa modul komprehensif berstandar global untuk menjawab potensi besar anak muda serta kemajuan sektor pariwisata UMKM di Sulawesi Utara. Leyne mengingatkan sebuah potensi nyata di era modern bahwa manusia yang menggunakan dan memaksimalkan AI dengan bijak akan menggantikan orang yang tidak menggunakan AI sama sekali.
Memasuki sesi pelatihan inti, kegiatan dipandu secara interaktif oleh para trainer ahli. AI Trainer dari KUMPUL, Ferny L. Indy, memberikan motivasi kuat serta petunjuk praktis mengenai cara berinteraksi dengan AI secara produktif dan aman melalui sistem manajemen pembelajaran.
“Teknologi AI bukanlah hal yang asing lagi di mata kita semua, terutama bagi generasi Z, milenial, dan gen alfa. Namun, AI pada dasarnya mempelajari data dan bekerja berdasarkan logis, bukan sihir. Kualitas dari hasil yang diberikan AI sangat bergantung pada instruksi atau prompting yang kita masukkan; jika kita memasukkan instruksi yang tidak jelas, maka hasilnya pun akan tidak jelas.” ujar Ferny L. Indy di hadapan para peserta workshop.
Sebagai penutup rangkaian pelatihan, materi khusus mengenai kedaulatan digital disampaikan oleh perwakilan dari PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pelindungan identitas dan data di ruang siber.
“Banyak masyarakat yang belum tahu bahwa PANDI memiliki titik yang sangat penting dalam dunia internet Indonesia. Kalau dulu kita tahunya domain komersial global, sekarang kita punya domain asli Indonesia namanya .id yang erat hubungannya dengan kedaulatan internet ini. Jika kita berbicara terkait masalah data atau kebocoran data, domain data itu ada di mana, semua itu menjadi kata kunci yang krusial” ungkap perwakilan trainer PANDI sebagai penutup edukasi kegiatan.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kolaborasi yang telah diberikan, acara juga dirangkaikan dengan prosesi penyerahan plakat penghargaan di atas panggung. Kepala BLSDM Komdigi Manado, Bapak Arsyad, menyerahkan plakat penghargaan secara langsung kepada para narasumber dan trainer yang terlibat, yakni kepada Bapak Tiar Nabilla Karbala, Bapak Andria Wahyudi, Ibu Meita Pratiwi, Dr. Lady Giroth, Ibu Leyne Sagay, serta perwakilan dari Bank Indonesia, Ibu Mutmainna. Penghargaan serupa juga diserahkan kepada Bapak Dimas Maulana dari s.id serta Saudari Ferny L. Indy selaku AI trainer KUMPUL, diikuti dengan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen kolaboratif tersebut.
Kegiatan AI Ignition Road to Sulawesi Utara ini didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, BLSDM Komdigi Manado, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, s.id, Prima Jasa Foundation, Gemuk, Gramedia, Prima Radio, Asosiasi Dosen Indonesia Sulawesi Utara dan Universitas Pembangunan Indonesia Manado. Sesi edukasi mengenai sistem transaksi pembayaran digital juga turut dipaparkan oleh Mutmainna untuk memberikan panduan keamanan bagi masyarakat.



