Rektor UNIMA membacakan pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam peringatan Hardiknas 2026 dengan mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. (Foto: Maikel Rumate).
MINAHASA – Universitas Negeri Manado (UNIMA) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di halaman depan Kantor Pusat UNIMA, Senin (4/5/2026). Upacara tersebut mengusung tema nasional, “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Rektor UNIMA, Dr. Joseph Philip Kambey, S.E., Ak., MBA, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam momentum tersebut, ia juga menyerahkan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada aparatur sipil negara (ASN) yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas dalam pelayanan kepada bangsa dan negara, khususnya di bidang pendidikan.
Dalam amanatnya, Rektor membacakan pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., yang menekankan pentingnya peran pendidikan dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung khidmat, diiringi lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya. (Foto: Meyer Junior Tewuh)
Ia menyampaikan bahwa dunia saat ini tengah bergerak sangat cepat dengan berbagai disrupsi, mulai dari transformasi digital, krisis iklim dan lingkungan, hingga perubahan lanskap pekerjaan akibat perkembangan kecerdasan artifisial. Dalam situasi tersebut, pendidikan dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam menjawab berbagai persoalan yang kompleks dan saling terkait.
“Pendidikan yang bermutu, adil, inklusif, dan memerdekakan bukanlah sekadar pilihan, melainkan kewajiban kebangsaan. Amanat konstitusi menegaskan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas negara,” ujar Kambey saat membacakan pidato Mendiktisaintek.
Ia menambahkan, tema Hardiknas tahun ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, serta menjadi bagian dari arah strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Rencana Strategis 2025–2029. Visi tersebut menitikberatkan pada terwujudnya pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam mendukung transformasi menuju Indonesia Emas 2045.
Lebih lanjut, Kambey menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi bertumpu pada tiga pilar utama, yakni perluasan akses pendidikan secara inklusif, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Inilah semangat ‘Diktisaintek Berdampak’ yang harus menjadi arah bersama. Transformasi tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi semua pihak dalam membangun pendidikan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, masyarakat, hingga keluarga.
“Kepada para pendidik, tenaga kependidikan, dan peneliti, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Di ruang kelas, laboratorium, hingga pelosok negeri, saudara-saudara sedang menanam masa depan Indonesia,” katanya.
Kepada mahasiswa dan generasi muda, Kambey berpesan agar terus mengembangkan diri dan tidak takut bermimpi besar.
“Jadilah pembelajar yang kritis, pencipta gagasan, dan pemecah masalah. Masa depan Indonesia tidak diwariskan, tetapi dibangun melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen untuk terus maju,” tambahnya.
Dalam arahannya sebagai Rektor UNIMA, Kambey turut mengajak seluruh civitas akademika untuk mendukung program strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya dalam memperluas akses pendidikan, memperkuat kolaborasi, dan menghasilkan riset yang berdampak.
Ia juga memberikan apresiasi atas berbagai capaian UNIMA dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah keberhasilan institusi meraih predikat akreditasi unggul, yang menjadi indikator pemenuhan standar tertinggi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Akreditasi unggul menegaskan komitmen UNIMA untuk terus meningkatkan mutu dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, capaian dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan predikat A (memuaskan) dinilai sebagai bukti bahwa sistem kinerja institusi telah berjalan efektif, terukur, dan berorientasi pada hasil.
UNIMA juga mencatat prestasi dalam pemeringkatan UI GreenMetric dengan menempati peringkat ke-52 secara nasional, yang mencerminkan komitmen terhadap pembangunan kampus berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Dalam bidang kerja sama, UNIMA meraih penghargaan Silver Winner kategori Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) pada Anugerah Kerja Sama Diktisaintek Tahun 2025. Sementara itu, tujuh fakultas dan satu program pascasarjana tengah berproses dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Kambey juga secara khusus memberikan apresiasi kepada sejumlah program studi yang berhasil meraih akreditasi unggul, di antaranya Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat pada Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat, serta Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris pada Fakultas Bahasa dan Seni. Selain itu, Program Studi Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Program Studi Geografi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum juga turut mencatatkan capaian serupa.
Menurutnya, peningkatan jumlah program studi berakreditasi unggul menunjukkan semakin meningkatnya kualitas layanan akademik di UNIMA serta memperkuat reputasi institusi di tingkat nasional.
Apresiasi juga diberikan kepada Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si, yang berhasil meraih pendanaan Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek), sebagai satu-satunya penerima dari Sulawesi Utara.
Dalam kesempatan itu, Kambey turut menyampaikan kabar penting terkait pengembangan institusi, yakni rencana pembukaan Program Studi dan Fakultas Kedokteran di UNIMA. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima rekomendasi dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada 23 April 2026.
“Dengan penuh rasa syukur, pada tahun ini UNIMA akan mulai menerima mahasiswa kedokteran. Ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan institusi,” ungkapnya.
Menutup amanatnya, Kambey mengajak seluruh civitas akademika untuk terus mempromosikan UNIMA kepada masyarakat luas, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), jajaran pimpinan universitas, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan upacara Hardiknas.
“Saya mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Mari kita terus menguatkan partisipasi semesta untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua,” tutupnya.
(Abner)









