MINAHASA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Manado (UNIMA) di kancah internasional. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat (FIKKM) UNIMA, Novia Pesik, berhasil meraih medali emas pada ajang AMMA Youth Championship 2026 yang berlangsung di Uzbekistan.
Keberhasilan atlet muda asal Tondano, Sulawesi Utara, itu tidak hanya mengharumkan nama Universitas Negeri Manado, tetapi juga membawa nama Indonesia berkibar di tingkat dunia. Novia memastikan medali emas setelah tampil impresif pada partai final dan mengalahkan atlet asal China.
Kemenangan tersebut mengantarkan Novia berdiri di podium tertinggi sekaligus menyumbangkan medali emas bagi kontingen Indonesia pada kejuaraan internasional tersebut.
Atas capaian itu, Rektor UNIMA, Dr. Joseph Philip Kambey, SE., Ak., MBA, melalui Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Fredrik Alfrets Makadada, M.Kes., AIFO., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih mahasiswanya.
Menurut Makadada, keberhasilan Novia menjadi bukti bahwa mahasiswa UNIMA mampu bersaing dan berprestasi di level dunia melalui kerja keras, disiplin, serta dedikasi yang tinggi dalam menjalani proses latihan.
“Atas nama Rektor UNIMA, Dr. Joseph Philip Kambey, SE., Ak., MBA, saya menyampaikan rasa bangga dan salut atas prestasi terbaik dunia yang diraih Novia Pesik. Ke depan masih banyak event internasional yang akan dihadapi. Tetaplah berlatih dengan disiplin dan selalu mengandalkan Tuhan Yesus dalam setiap perjuangan,” ujar Dekan FIKKM, Minggu (31/5/2026).
Prof. Alfrets Makadada mengatakan, prestasi yang diraih Novia tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar FIKKM UNIMA, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berjuang meraih prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Sebagai bentuk penghargaan atas capaian internasional tersebut, pihak fakultas memberikan apresiasi akademik kepada Novia melalui mekanisme konversi prestasi menjadi karya ilmiah yang setara dengan tugas akhir atau skripsi.
“Pimpinan fakultas memberikan apresiasi atas prestasi yang diperoleh mahasiswa. Prestasi internasional yang diraih akan dikonversi setara dengan karya ilmiah atau skripsi, sehingga mahasiswa tidak lagi mengikuti proses penyusunan karya ilmiah sebagaimana biasanya,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh proses akademik tetap akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku di lingkungan UNIMA.
“Mahasiswa akan dipromosikan langsung menuju ujian gelar sarjana. Tentunya seluruh tahapan dilakukan melalui proses akademik yang sesuai dengan regulasi yang berlaku,” pungkas Dekan FIKKM.
Prof. Alfrets Makadada berharap keberhasilan Novia Pesik menjadi motivasi bagi mahasiswa UNIMA untuk terus mengembangkan potensi dan kemampuan hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi yang diraih Novia sekaligus menambah daftar capaian mahasiswa UNIMA di panggung dunia dan memperkuat komitmen universitas dalam mendukung pengembangan talenta mahasiswa di bidang olahraga prestasi.
(Abner)





