MINAHASA – Aksi cepat dan sigap ditunjukkan petugas keamanan Universitas Negeri Manado (UNIMA), Fernando Maweikere, saat menggagalkan upaya seorang pelajar yang membawa senjata tajam dan diduga melakukan pengancaman di area Klinik UNIMA, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 10.30 WITA.
Pelaku berinisial N.N. (15), yang masih berstatus pelajar SMA, berhasil diamankan setelah menunjukkan gelagat mencurigakan saat memasuki kawasan klinik kampus. Ia diketahui mengenakan seragam sekolah dan mantel, yang kemudian memicu kecurigaan petugas keamanan.
Dalam pemeriksaan awal, Satpam UNIMA Fernando Maweikere menemukan sebilah pisau yang disimpan di dalam tas pelaku.
Setelah diamankan di lokasi, pelaku langsung diserahkan kepada Tim Resmob Polres Minahasa untuk proses hukum lebih lanjut.
Di sisi lain, Tim Resmob Polres Minahasa yang dipimpin Katim Resmob Aipda Hendra Mandang, S.H., bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan pihak UNIMA terkait adanya pemuda yang meresahkan di kompleks kampus, tepatnya di Klinik UNIMA.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), polisi langsung melakukan pengamanan terhadap pelaku yang saat itu masih berada di lokasi dengan membawa senjata tajam.
“Pelaku bersama barang bukti langsung diamankan ke Mako Polres Minahasa guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Hendra Mandang.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diketahui berdomisili di Perum UNIMA Blok A, Kecamatan Tondano Selatan. Ia juga diduga sempat melakukan pengancaman terhadap salah satu pegawai klinik, sehingga menimbulkan keresahan di lingkungan kampus.
Karena masih di bawah umur, penanganan terhadap pelaku dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku bagi anak yang berhadapan dengan hukum.
Pihak UNIMA memastikan bahwa dalam insiden tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun luka. Situasi kampus juga dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali, serta aktivitas akademik tetap berjalan normal.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kampus menegaskan akan terus meningkatkan sistem pengamanan di lingkungan universitas guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Sementara itu, Polres Minahasa mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta memperkuat pembinaan guna mencegah keterlibatan remaja dalam tindakan yang melanggar hukum.
(Abner)


