MINAHASA – Universitas Negeri Manado (UNIMA) resmi memulai persiapannya sebagai tuan rumah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-9 Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional Republik Indonesia (PERMIKOMNAS RI). Langkah awal itu ditandai dengan pelantikan panitia pelaksana yang digelar di lantai 1 Auditorium Unima, dalam suasana penuh semangat dan optimisme dari para mahasiswa yang terlibat.
Kegiatan pelantikan berlangsung sederhana, namun sarat makna. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan tampak hadir mengenakan jas almamater kebanggaan mereka. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh perwakilan Badan Pengurus Pusat (BPP) PERMIKOMNAS RI melalui Badan Koordinasi Nasional, Fridolin Lalogirot.
Dalam prosesi tersebut, seluruh panitia secara resmi mengucapkan sumpah kepanitiaan sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab selama pelaksanaan Munas berlangsung. Momentum itu sekaligus menjadi penanda bahwa roda organisasi dan persiapan kegiatan nasional tersebut resmi dijalankan oleh Unima.
Usai memimpin pelantikan, Fridolin menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Unima bukan sekadar tanggung jawab administratif sebagai penyelenggara, melainkan juga momentum untuk menunjukkan kapasitas mahasiswa daerah dalam menyelenggarakan agenda nasional yang berkualitas.
Ia menilai, Munas PERMIKOMNAS RI bukan hanya menjadi ruang konsolidasi organisasi mahasiswa informatika dan komputer, tetapi juga wadah lahirnya ide, inovasi, serta gagasan strategis dari mahasiswa teknologi informasi di seluruh Indonesia.
“Saya mewakili BPP menitipkan amanah besar ini ke pundak kawan-kawan semua. Jadikan momen pelantikan ini sebagai pemacu semangat. Bekerjalah dengan cerdas, tetap solid, dan buktikan bahwa Unima mampu menjadi tuan rumah yang baik sekaligus fasilitator lahirnya gagasan-gagasan maju dari mahasiswa IT se-Indonesia,” ujar Fridolin dalam sambutannya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan nasional tidak hanya diukur dari meriahnya acara, tetapi juga dari kekompakan panitia, kesiapan pelayanan, serta kemampuan membangun komunikasi dan koordinasi yang baik di internal organisasi.
Sementara itu, Ketua Panitia Munas ke-9 PERMIKOMNAS RI, Daud Lendo, dalam sambutannya lebih banyak menyoroti pentingnya budaya kolaborasi di dalam tubuh kepanitiaan. Ia mengingatkan bahwa semangat kebersamaan harus benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata, bukan hanya menjadi slogan yang diucapkan saat rapat atau forum resmi.
Daud bahkan menyelipkan kritik reflektif terhadap pola kerja kepanitiaan mahasiswa yang menurutnya sering kali terjebak pada formalitas semata, tanpa implementasi nyata di lapangan.
“Kita sering menjadikan kata ‘kolaborasi’ dan ‘kebersamaan’ sebagai slogan. Tapi saya minta kita semua kritis pada diri sendiri: jangan sampai itu cuma sebatas kata-kata manis saat rapat. Kepanitiaan ini adalah satu kesatuan support system. Kerjasama dan kolaborasi selalu menjadi kunci utama dalam tolak ukur keberhasilan kegiatan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh panitia harus mampu menekan ego pribadi demi kepentingan bersama. Sebab, kata dia, Munas nanti akan dihadiri delegasi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang datang membawa harapan besar terhadap kualitas pelaksanaan kegiatan di Unima.
“Tugas kita adalah menyambut saudara-saudara kita, para delegasi dari Sabang sampai Merauke. Mereka datang jauh-jauh ke Unima, jadi mari kita tunjukkan bahwa kita bisa menekan ego masing-masing dan bekerja sama dengan solid untuk memberikan sambutan terbaik,” tambah Daud.
Pelaksanaan Munas ke-9 PERMIKOMNAS RI sendiri dinilai menjadi momentum penting bagi Unima, khususnya mahasiswa di bidang informatika dan komputer, untuk memperluas jejaring nasional sekaligus memperlihatkan kapasitas akademik dan organisasi mahasiswa di Sulawesi Utara.
Dengan resmi dilantiknya panitia pelaksana, seluruh rangkaian persiapan kini mulai dimatangkan. Mulai dari teknis pelaksanaan kegiatan, penyambutan delegasi, hingga koordinasi antarbidang kepanitiaan menjadi fokus utama yang akan dikerjakan dalam waktu dekat.
Semangat kebersamaan yang dibangun sejak awal pelantikan diharapkan menjadi fondasi utama dalam menyukseskan Munas ke-9 PERMIKOMNAS RI. Unima pun kini bersiap membuka pintu dan menyambut kehadiran mahasiswa informatika dan komputer dari seluruh penjuru nusantara dalam satu forum nasional yang diharapkan melahirkan gagasan-gagasan baru bagi perkembangan teknologi dan organisasi mahasiswa di Indonesia.
(Abner)

