MANADO – Pesta iman Pemilihan Pelayan Khusus (Pelsus) di lingkup Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) berlangsung hari ini, Jumat, 16 Oktober 2026. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn), Yulius Selvanus, SE. Berharap momentum pesta iman ini melahirkan sosok-sosok pelayan Tuhan yang sungguh-sungguh bersedia mengabdikan diri untuk melayani jemaat sebagai hamba Tuhan.
Pemilihan Pelayan Khusus (Penatua dan Diaken) ini menjadi momen penting bagi perjalanan pelayanan gereja. Bukan sekadar menentukan siapa yang akan menduduki jabatan Penatua dan Diaken, melainkan juga memilih mereka yang siap memberikan waktu, tenaga, pikiran, dan hati untuk pekerjaan Tuhan.
YSK menyebut. Di balik proses pemilihan tersebut, terdapat tanggung jawab besar yang menanti. Sebab, menjadi pelayan khusus bukan tentang berdiri di depan jemaat atau menerima penghormatan, tetapi juga tentang kesediaan hadir bagi mereka yang membutuhkan penguatan, menghibur yang berduka, mengunjungi yang sakit, serta menjaga persekutuan dalam kasih Kristus.
YSK berharap seluruh proses pemilihan berjalan lancar, aman, tertib, dan penuh sukacita. Perbedaan pilihan hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan tetap berada dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan sebagai satu tubuh Kristus.
“Pesta iman ini hendaknya melahirkan sosok-sosok pelayan Tuhan yang tidak hanya bersedia menerima tanggung jawab pelayanan, tetapi juga memiliki hati seorang hamba, rendah hati, tulus, dan setia dalam melayani jemaat,” demikian harapan yang menjadi pesan penting dalam momentum pemilihan Pelsus ini.
149 Wilayah, 1.089 Jemaat Mengikuti Pemilihan
Pemilihan Pelsus GMIM pada Jumat, 16 Oktober 2026, dilaksanakan secara serentak di 149 wilayah yang mencakup 1.089 jemaat. Pemilihan meliputi Penatua dan Diaken, termasuk unsur Pelayanan Pria Kaum Bapa (P/KB), Wanita Kaum Ibu (W/KI), Pemuda, Remaja, dan Anak Sekolah Minggu (ASM), yang dikenal dengan sebutan BIPRA.
Berdasarkan data yang disampaikan, GMIM memiliki 11.688 kolom dengan jumlah anggota jemaat mencapai 825.365 jiwa. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 594.665 orang memiliki hak memilih dan dipilih, sesuai data anggota sidi jemaat.
Sementara itu, jumlah posisi pelayanan yang akan dipilih terdiri dari 11.566 Diaken dan 16.858 Penatua.
Angka-angka tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab pelayanan yang akan diemban oleh para Pelsus terpilih. Mereka akan menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan persekutuan, memperkuat iman, dan mendampingi jemaat dalam berbagai situasi kehidupan.
Pada akhirnya, pesta iman ini bukan sekadar tentang siapa yang terpilih dan siapa yang belum mendapat kepercayaan. Lebih dari itu, pemilihan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan adalah panggilan untuk mengabdi, bukan kesempatan untuk meninggikan diri.
Sebab, gereja tidak hanya membutuhkan orang yang bersedia dipilih, tetapi juga orang yang sungguh-sungguh bersedia melayani. Jabatan bisa menjadi kepercayaan dari jemaat, tetapi ketulusan dan kerendahan hati adalah wujud nyata dari pengabdian kepada Tuhan.
Kiranya pemilihan Pelsus GMIM hari ini berlangsung dalam damai sejahtera, menghasilkan pelayan-pelayan yang berintegritas, dan semakin memperkokoh persekutuan jemaat demi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. (jeklymassie)


