MINAHASA – Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik (FT), Universitas Negeri Manado (UNIMA), Dr. I. Parsaoran Tamba, S.Pd., S.T., M.Kes., menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Yadika Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Kegiatan yang berlangsung sejak Juni hingga Oktober 2026 ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA melalui dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Program PKM Tahun Anggaran 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Dr Tamba yang juga menjabat Kepala UPA Perpustakaan UNIMA mengangkat tema “Pelatihan Keselamatan Kerja pada Siswa Kelas XII yang Akan Lulus Ujian Akhir Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Yadika Langowan”.
Dr Tamba mengatakan, kegiatan ini berangkat dari hasil pengamatan terhadap praktik kerja siswa di bengkel teknik kendaraan ringan serta wawancara dengan pihak sekolah sebagai mitra pengabdian.
Dari hasil pengamatan tersebut, ditemukan sejumlah persoalan, di antaranya belum tersedianya tenaga ahli keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang secara khusus mendampingi siswa saat melaksanakan praktik di bengkel sekolah.
Selain itu, siswa dinilai belum memperoleh penjelasan yang memadai dari ahli K3 mengenai prosedur praktik kerja yang aman. Sekolah juga belum memiliki guru dengan latar belakang pendidikan khusus di bidang keselamatan kerja.
“Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi bersama mitra, kami melihat perlunya edukasi dan pelatihan keselamatan kerja bagi siswa. Karena itu, kegiatan PKM ini diarahkan untuk membantu sekolah mengatasi persoalan tersebut sekaligus memberikan pemahaman mengenai prosedur praktik kerja yang aman,” ujar Parsaoran saat diwawancarai, Senin (26/10/2026).
Menurut dia, pemahaman tentang keselamatan kerja menjadi hal penting bagi siswa SMK, terutama mereka yang akan menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja.
Ia merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah yang mengatur penyelenggaraan pendidikan menengah, termasuk pendidikan kejuruan. Menurut Tamba, pendidikan SMK perlu membekali siswa tidak hanya dengan kompetensi teknis, tetapi juga kesadaran untuk bekerja secara aman dan bertanggung jawab.
“ Siswa SMK, khususnya jurusan teknik kendaraan ringan, perlu memahami bahwa keterampilan memperbaiki kendaraan harus disertai pengetahuan tentang risiko kerja dan cara mencegah kecelakaan. Keselamatan kerja harus menjadi kebiasaan sejak mereka masih belajar di sekolah,” katanya.
Tamba menjelaskan, penerapan K3 merupakan aspek penting dalam dunia industri. Setiap pekerja perlu memahami dan mematuhi prosedur keselamatan untuk mencegah kecelakaan serta melindungi diri sendiri maupun orang lain di lingkungan kerja.
Ia juga menyinggung Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagai bagian dari kerangka hukum yang mengatur aspek keselamatan kerja dan perlindungan tenaga kerja.
Menurut dia, pembekalan K3 sejak bangku sekolah dapat membantu siswa beradaptasi dengan standar keselamatan yang diterapkan di dunia industri, termasuk ketika mereka menjalani praktik kerja maupun mulai bekerja setelah lulus.
Tamba mengungkapkan, tujuan utama pelaksanaan PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran siswa kelas XII jurusan Teknik Kendaraan Ringan mengenai pentingnya keselamatan kerja dalam kegiatan praktik di bengkel.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin siswa memahami potensi bahaya di bengkel, mengenali risiko pekerjaan, menggunakan peralatan dengan benar, serta menerapkan prosedur keselamatan sebelum, selama, dan setelah praktik. Dengan demikian, mereka memiliki bekal untuk bekerja secara profesional dan meminimalkan risiko kecelakaan,” ungkap Parsaoran.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa dan pihak sekolah, sehingga budaya keselamatan kerja tidak hanya dipahami sebagai materi pelatihan, tetapi juga diterapkan dalam aktivitas praktik sehari-hari.
“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat diterapkan secara konsisten oleh siswa, baik selama mengikuti pembelajaran di sekolah maupun ketika memasuki dunia kerja. Kami juga berharap pihak sekolah terus memperkuat edukasi K3 agar lulusan SMK Yadika Langowan memiliki kompetensi teknis sekaligus kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja,” ucapnya.
Melalui kegiatan PKM yang didanai LPPM UNIMA tersebut, perguruan tinggi diharapkan terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan mitra.
(Abner)

