
MINAHASA-Besok, Jumat 16 Oktober 2026. 149 wilayah yang terdiri dari 1.089 jemaat di lingkup Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM), akan melakukan pemilihan pelayan khusus yakni Penatua dan Diaken termasuk Penatua Pria Kaum Bapa, Wanita Kaum Ibu, Pemuda, Remaja dan Anak Sekolah Minggu (BIPRA).
Perlu diketahui jumlah kolom 11.688, dan untuk anggota jemaat 825.365 jiwa. Sementara yang memiliki hak memilih dan dipilih sesuai data sidi Jemaat tercatat sebanyak 594.665 orang. Jumlah yang akan dipilih, Diaken 11.566 orang dan Penatua 16.858 orang.
Pesta iman GMIM dalam rangka memilih pelayan khusus (Pelsus) periode 2027-2031, diharapkan menjadi momentum bagi semua warga GMIM untuk terus menjadi pelopor pelayanan untuk sedia bersekutu, bersaksi serta melayani.
Pemilihan Pelayan Khusus (Pelsus), Penatua dan Diaken, yang akan dilaksanakan besok menjadi momentum penting bagi kehidupan bergereja. Bukan sekadar memilih pemimpin, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan iman untuk menentukan siapa yang bersedia memberikan diri bagi pelayanan Tuhan dan jemaat-Nya, demikian pernyataan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, MAP, yang akrab disapa Vasung
Wabup menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan pesta iman tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian pemilihan dapat berlangsung dengan lancar, tertib, penuh sukacita, serta dilandasi semangat persaudaraan dan kasih Kristus.
Bagi Vasung, pemilihan Pelsus bukan sekadar tentang siapa yang mendapatkan suara terbanyak atau siapa yang terpilih menduduki jabatan pelayanan. Lebih dari itu, ada tanggung jawab iman yang besar di balik setiap pilihan.
Sebab, menjadi Penatua dan Diaken bukanlah tentang kehormatan semata, apalagi mencari popularitas di tengah jemaat. Ada panggilan untuk melayani, menguatkan mereka yang lemah, menghibur yang berduka, serta menjadi teladan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.
Vasung berharap, siapa pun yang nantinya terpilih dapat menerima kepercayaan tersebut dengan rendah hati, karena pelayanan bukanlah tentang siapa yang paling hebat, melainkan siapa yang bersedia memberikan diri untuk pekerjaan Tuhan.
“Pelsus yang terpilih hendaknya dipahami sebagai orang-orang yang bersedia menjawab panggilan Tuhan untuk menjadi hamba yang melayani jemaat. Karena itu, kiranya seluruh proses pemilihan berjalan dengan baik, penuh damai, dan tetap menjaga kebersamaan sebagai saudara seiman,” demikian harapan Vasung.
Ia juga berharap, perbedaan pilihan tidak menjadi alasan untuk menciptakan perpecahan. Sebaliknya, pesta iman ini hendaknya mempererat persekutuan, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan sukacita bagi seluruh jemaat.
Pada akhirnya, gereja bukan hanya membutuhkan orang-orang yang mau dipilih, tetapi juga orang-orang yang sungguh-sungguh mau melayani. Sebab, jabatan pelayanan memiliki batas waktu, tetapi kasih, ketulusan, dan pengabdian kepada Tuhan harus terus hidup dalam keseharian.
Pesta iman besok bukan sekadar tentang siapa yang terpilih, melainkan tentang siapa yang bersedia menjawab panggilan Tuhan.
Kiranya seluruh proses berlangsung lancar dan mereka yang terpilih diberikan hikmat, kekuatan, serta hati yang tulus untuk melayani Tuhan dan jemaat-Nya. (jeklymassie)

