SANGIHE – Guru Besar Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kebumian (FMIPAK) Universitas Negeri Manado (UNIMA), Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMP Negeri 1 Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Kegiatan yang berlangsung pada Juni hingga September 2026 ini mengangkat tema Pemberdayaan Guru-guru di Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam Upaya Mitigasi Pemanasan Global dan Perubahan Iklim.
Program tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA melalui dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Program PKM Tahun Anggaran 2026.
Ketua tim PKM, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., menjelaskan bahwa pemanasan global dan perubahan iklim merupakan persoalan lingkungan yang membutuhkan pemahaman serta keterlibatan berbagai pihak, termasuk kalangan pendidik.
Menurut Prof Orba, pemanasan global terutama dipicu oleh aktivitas manusia, seperti penggunaan bahan bakar fosil dan alih fungsi lahan, yang meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.
Gas-gas tersebut antara lain karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O). Akumulasi gas rumah kaca menyebabkan panas tertahan di atmosfer sehingga meningkatkan suhu rata-rata permukaan bumi.
“Perubahan iklim terjadi sebagai akibat proses pemanasan global, yaitu meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat akumulasi panas yang tertahan di atmosfer. Akumulasi panas itu sendiri terjadi akibat adanya efek rumah kaca,” ujar Naharia saat diwawancarai, Rabu (30/9/2026).
Ia menambahkan, pemahaman mengenai proses terjadinya pemanasan global menjadi dasar penting bagi masyarakat untuk mengenali penyebab perubahan iklim sekaligus menentukan langkah mitigasi yang tepat.
Prof Orba mengatakan, kegiatan PKM tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni memberikan pemahaman komprehensif kepada guru mengenai pemanasan global dan perubahan iklim, menjelaskan faktor-faktor penyebabnya, serta meningkatkan pengetahuan tentang upaya mitigasi dampak perubahan iklim.
Kegiatan ini diikuti 62 peserta yang terdiri dari guru sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) di Kecamatan Manganitu.
Menurut Naharia, pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik. Para peserta juga menunjukkan antusiasme selama mengikuti pemaparan materi.
“Peserta sangat antusias mengikuti pemaparan materi sampai selesai,” katanya.
Setelah pemaparan materi, para guru menyampaikan berbagai pertanyaan dan pandangan mengenai langkah mitigasi yang perlu segera dilakukan oleh para pemangku kepentingan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Perhatian peserta terutama tertuju pada pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dan pemangku kebijakan dalam merumuskan langkah konkret untuk menghadapi dampak pemanasan global dan perubahan iklim.
Selain itu, para peserta berharap agar materi mengenai pemanasan global dan perubahan iklim dapat diintegrasikan secara lebih sistematis ke dalam kurikulum pendidikan, mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas.
Harapan tersebut dinilai penting agar pemahaman mengenai perubahan iklim tidak hanya menjadi pengetahuan teoritis, tetapi juga membentuk kesadaran dan perilaku peduli lingkungan sejak dini.
Prof. Orba berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kapasitas guru dalam menyampaikan pengetahuan tentang pemanasan global dan perubahan iklim kepada peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di sekolah dan masyarakat. Pendidikan mengenai pemanasan global dan perubahan iklim perlu diperkuat agar generasi muda memahami penyebab, dampak, serta langkah mitigasi yang dapat dilakukan sejak dini,” ujar Naharia.
Selain itu, ia juga berharap hasil kegiatan tersebut dapat mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, upaya menghadapi perubahan iklim membutuhkan komitmen bersama dan tindakan nyata yang dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui pendidikan, perubahan perilaku, maupun kebijakan yang mendukung perlindungan lingkungan.
Melalui program PKM ini, UNIMA diharapkan terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan lingkungan dan kebutuhan masyarakat di daerah.
(Abner)





