MINAHASA – Koordinator Program Studi (Koorprodi) S1 Geofisika, Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kebumian (FMIPAK) Universitas Negeri Manado (UNIMA), Jeferson Polii, S.Si., M.T., menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Katolik Karitas Tomohon, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Pelatihan Implementasi Pembelajaran Mendalam bagi Guru-guru SMA” ini diikuti oleh seluruh guru SMA Katolik Karitas Tomohon. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam dalam proses belajar mengajar.
Program ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMA melalui dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk program PKM Tahun Anggaran 2026.
Jeferson Polii, yang juga merupakan Fasilitator Nasional Pembelajaran Mendalam Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), mengungkapkan bahwa pemahaman guru mengenai pembelajaran mendalam masih perlu diperkuat.
“Pembelajaran mendalam bukan sekadar menyampaikan materi kepada peserta didik, tetapi bagaimana guru merancang proses pembelajaran yang mendorong siswa memahami konsep secara utuh, berpikir kritis, serta mampu menghubungkan pengetahuan dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Jeferson.
Menurut pemateri, guru memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Karena itu, diperlukan pemahaman yang baik mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran agar pendekatan tersebut dapat diterapkan secara efektif di sekolah.
“Pelatihan ini berfokus pada pendampingan para guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran untuk masing-masing mata pelajaran. Dengan demikian, guru tidak hanya memahami konsep pembelajaran mendalam secara teoretis, tetapi juga mampu menerjemahkannya ke dalam rancangan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan peserta didik,” katanya.
Jeferson menambahkan, implementasi pembelajaran mendalam perlu didukung oleh kemampuan guru dalam merancang kegiatan belajar yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada kemampuan mengingat materi, tetapi juga mengembangkan pemahaman, penerapan pengetahuan, dan kemampuan merefleksikan pengalaman belajar.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para guru SMA Katolik Karitas Tomohon dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
“Harapannya, melalui kegiatan ini para guru semakin siap menerapkan pembelajaran mendalam secara terencana dan konsisten. Dengan pembelajaran yang lebih bermakna, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kompetensi, karakter, dan kemampuan berpikir yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Katolik Karitas Tomohon, Fianey Theodorus Leleran, S.Fils., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNIMA, khususnya LPPM UNIMA, atas pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut.
Menurut Leleran, pelatihan ini menjadi kesempatan berharga bagi para guru untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi dalam mengembangkan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih kepada UNIMA yang telah memilih SMA Katolik Karitas Tomohon sebagai tempat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada para guru untuk memperdalam pemahaman dan meningkatkan kemampuan dalam merancang pembelajaran yang lebih berkualitas,” kata Leleran.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi guru merupakan salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan dan pendampingan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada LPPM UNIMA atas terselenggaranya kegiatan ini. Kami berharap kerja sama antara UNIMA dan SMA Katolik Karitas Tomohon dapat terus berlanjut, sehingga para guru memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan menghadirkan pembelajaran yang semakin bermakna bagi peserta didik,” pungkasnya.
(Abner)



