MINAHASA UTARA – Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Negeri Manado (UNIMA), menggelar praktikum mata kuliah Kosmografi di kawasan wisata Pulisan Bay, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada 24–25 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman lapangan dengan memanfaatkan lingkungan alam sebagai ruang belajar, sekaligus memperingati Pekan Astronomi Dunia.
Praktikum tersebut dihadiri Wakil Dekan I Bidang Akademik FISH UNIMA, Dr. Erick Lobja, S.Pd., M.S., bersama sejumlah dosen Jurusan Pendidikan Geografi FISH UNIMA. Kegiatan ini juga didampingi dosen pembimbing lapangan, Muhamad Isa Ramadhan, S.Pd., M.Pd.
Dr Erick, mengapresiasi pelaksanaan praktikum tersebut karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperdalam pemahaman akademik melalui pengalaman langsung di lapangan.
Menurut Dr Erick, pembelajaran di luar kelas menjadi bagian penting dalam memperkaya proses pendidikan, terutama bagi mahasiswa Pendidikan Geografi yang perlu memahami fenomena alam melalui pengamatan langsung.
“Praktikum seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep secara teoretis di ruang kelas, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengamati, memahami, dan menerapkan pengetahuan secara langsung di lapangan. Pengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan analisis, keterampilan observasi, serta pemahaman mahasiswa terhadap fenomena alam,” tandas WD I FISH UNIMA.
Ia berharap pembelajaran berbasis lapangan dapat terus dikembangkan melalui kreativitas dosen dan partisipasi aktif mahasiswa sehingga proses pembelajaran di FISH UNIMA semakin kontekstual dan aplikatif.
Diketahui, seluruh rangkaian praktikum dipandu dosen Jurusan Pendidikan Geografi FISH UNIMA, Felix Rimba, S.Pd., M.Pd. Pendampingan yang interaktif mendorong mahasiswa terlibat aktif dalam setiap kegiatan.
Praktikum Kosmografi dirancang untuk menghubungkan materi yang dipelajari di ruang kelas dengan pengamatan langsung di lapangan. Kegiatan utama meliputi pengamatan benda-benda langit serta penentuan posisi bintang menggunakan sistem koordinat horizon.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berkesempatan menerapkan konsep astronomi secara langsung dan memahami penentuan posisi benda langit berdasarkan hasil pengamatan.
Pemanfaatan kawasan terbuka sebagai lokasi praktikum juga memberikan pengalaman belajar yang kontekstual. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengembangkan keterampilan observasi, ketelitian, serta kemampuan menerapkan konsep geografi dan astronomi dalam situasi nyata.
Selain melakukan pengamatan astronomi, mahasiswa mengikuti kegiatan tracking di kawasan konservasi bersama pengelola Wallace Conservation Likupang, Suhandri Lariwu, yang akrab disapa Bios.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak mengenal lingkungan alam melalui penelusuran kawasan konservasi. Aktivitas ini sekaligus memperluas pengalaman belajar mahasiswa di luar materi utama mata kuliah Kosmografi.
Bios menjelaskan bahwa kawasan tersebut memiliki sejumlah fasilitas yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran dan aktivitas di alam terbuka.
Salah satunya adalah fasilitas dormitory atau asrama yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat menginap apabila kegiatan akademik berlangsung lebih dari satu hari.
Ketersediaan fasilitas tersebut dapat menunjang pelaksanaan praktikum, penelitian, dan kegiatan pendidikan lapangan yang membutuhkan waktu lebih panjang.
Dosen pembimbing lapangan, Muhamad Isa Ramadhan, mengatakan Pulisan Bay dipilih karena kondisi kawasannya mendukung kegiatan pengamatan astronomi sekaligus pembelajaran di luar ruang kelas.
“Lokasi ini memiliki area yang luas, relatif eksklusif, dan jauh dari polusi cahaya, sehingga sangat mendukung kegiatan pengamatan langit malam. Selain itu, tersedianya fasilitas penunjang memberikan kenyamanan bagi mahasiswa dan dosen selama melaksanakan kegiatan praktikum,” ungkap Muhamad Isa.
Menurut dia, pemanfaatan kawasan alam terbuka sebagai ruang belajar merupakan salah satu upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif.
Dengan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan mengamati dan menganalisis serta menghubungkan konsep-konsep yang dipelajari dengan fenomena di lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan menikmati panorama alam kawasan Likupang yang dikenal dengan hamparan pasir putih dan keindahan pesisirnya.
Perpaduan antara praktikum astronomi, eksplorasi kawasan konservasi, dan pengenalan lingkungan alam memberikan pengalaman pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan akademik, keterampilan lapangan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
(Abner)






